Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Komisi V DPR Nilai Anggaran Rp 4 Triliun Cukup untuk Pasang Ribuan Palang Kereta Api Otomatis
Dia jelaskan persoalan perlintasan sebidang bukan hal baru dan membutuhkan penanganan lintas sektor termasuk kejelasan pembagian kewenangan pemerintah
Ringkasan Berita:
- Prabowo memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang optimal
- Khusus untuk wilayah Bekasi, Presiden Prabowo telah menyetujui usulan pemerintah daerah untuk pembangunan jalan layang.
- Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena bekasi ini juga padat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko, menilai anggaran sebesar Rp 4 triliun yang dialokasikan oleh Presiden Prabowo Subianto cukup untuk mendukung pemasangan palang pintu otomatis di perlintasan sebidang kereta api.
Baca juga: Korban Tragedi KRL Bekasi Timur Asal Wonogiri Tinggalkan Anak Balita
Ia menilai, kebijakan tersebut merupakan langkah cepat untuk meningkatkan keselamatan di ribuan titik rawan kecelakaan di berbagai daerah.
“Kalau untuk pemanfaatan dan pemasangan palang otomatis, cukup. Tapi kalau untuk perlintasannya menjadi tidak sebidang, pasti tidak cukup," kata Sudjatmiko di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Dia menjelaskan, persoalan perlintasan sebidang bukan hal baru dan membutuhkan penanganan lintas sektor, termasuk kejelasan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Perlintasan sebidang ini harus dibuat nanti perjanjian, kesepakatan kementerian. Jadi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, dan PU," ucapnya.
Sudjatmiko menegaskan koordinasi antarinstansi menjadi kunci, mengingat infrastruktur perlintasan berada dalam kewenangan bersama.
“Karena perlintasan sebidang ini prasarana yang dimiliki oleh daerah dan pemerintah pusat. Ini harus dibuat kesepakatan bersama, tanggung jawabnya siapa," ujarnya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah melalui bantuan Presiden menargetkan pembangunan sistem pengamanan di 1.800 titik perlintasan dalam waktu singkat.
“Kita tahu Pak Prabowo sudah mengeluarkan bantuan Presiden untuk 1.800 perlintasan. Ini akan segera kita bangun, paling lama 6 bulan. Jadi tahun ini harus sudah selesai. Paling tidak, itu untuk pengamanan perlintasan sebidang itu," ucapnya.
Baca juga: Kecelakaan Taksi Listrik Tertemper KRL di Bekasi Diduga Faktor Human Error
Untuk jangka panjang, pemerintah berencana mendorong pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover dan underpass, khususnya di jalur dengan tingkat lalu lintas tinggi.
“Nanti jangka panjangnya baru ruas-ruas yang headway-nya tinggi, terutama jalan nasional, itu wajib menggunakan perlintasan tidak sebidang dengan flyover dan underpass, seperti itu," ujarnya.
Sudjatmiko juga menyinggung proyek pembangunan flyover di sejumlah titik, termasuk di wilayah Bekasi, yang kini memasuki tahap lanjutan setelah proses pembebasan lahan.
“Di tempat kejadian itu (Halimun), kemarin ada bantuan Presiden juga untuk membangun flyover," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun untuk memperbaiki ribuan perlintasan kereta api yang tidak terjaga di seluruh Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Komisi-V-DPR-Korlantas-Polri-soal-Tragedi-KRL-Bekasi.jpg)