Kamis, 21 Mei 2026

Gejolak Rupiah

Rupiah dan IHSG Anjlok, DPR: Bank Indonesia Sudah Kehilangan Trust

DPR dianggap telah kehilangan trust buntut anjloknya rupiah dan IHSG dalam beberapa hari belakang. DPR sampai mendesak agar Gubernur BI mundur.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
RAKER DPR - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) bersama Deputi Gubernur Aida S. Budiman (tengah) dan Deputi Gubernur Thomas A.M. Djiwandono (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Rapat tersebut membahas mengenai laporan kinerja Bank Indonesia tahun 2025. DPR dianggap telah kehilangan trust buntut anjloknya rupiah dan IHSG dalam beberapa hari belakang. DPR sampai mendesak agar Gubernur BI mundur. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Dalam pernyataan penutupnya, Primus mengutip salah satu hadist yaitu 'apabila suatu tidak diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya.

Rupiah dan IHSG Anjlok Hari Ini

Sebelumnya, pada Senin pagi sekira pukul 09.20 WIB, nilai tukar berada di level Rp17.658 atau melemah 61 poin terhadap dolar AS.

Di sisi lain, dengan penguatan dolar AS terhadap Rupiah maka menjadikan nilai tukar mata uang Indonesia menjadi yang terparah sepanjang masa.

Sebelumnya, pada Jumat (15/5/2026) sore, nilai tukar rupiah bertengger di Rp17.596 per dolar AS atau melemah 68 poin (0,39 persen).

Penguatan dolar AS juga terjadi terhadap beberapa mata uang negara lainnya seperti won Korea, yen Jepang, hingga franc Swiss.

Secara lebih rinci, dolar AS menguat 0,57 persen terhadap won Korea. Lalu menguat 0,03 persen terhadap yen Jepang. Kendati demikian, dolar AS melemah meski tipis terhadap dolar Hong Kong yakni 0,01 persen.

Baca juga: Pelemahan Rupiah Berisiko Pengaruhi Harga Barang dan Daya Beli Warga

Selain makin lemah Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mengalami anjlok.

Hingga pukul 10.51 WIB, IHGS merosot hingga 4,26 persen atau 286,7 poin ke level 6.436,62 dari posisi penutupan sebelumnya yakni 6.723,32.

Pergerakan IHSG sejak dibuka pukul 09.00 WIB hingga 10.51 WIB, bergerak pada rentang 6.425 hingga 6.631. Berdasarkan pergerakan tersebut total ada 719 saham anjlok, 71 saham menguat, 169 saham stagnan.

Adapun nilai transaksi mencapai Rp9,48 triliun dengan melibatkan 16,12 miliar lembar saham.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pasar saham masih dibayangi sejumlah faktor eksternal dan internal yang memicu tekanan jual di pasar.

"Sentimen yang membayangi antara lain konflik geopolitik Timur Tengah, potensi foreign outflow pasca rebalancing MSCI, serta pergerakan rupiah terhadap dolar AS," paparnya.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.600, DPR Sebut Pengrajin Tahu Tempe Mulai Kelabakan

Kondisi tersebut, memicu penyesuaian portofolio investor asing dan meningkatkan volatilitas pasar.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, meski aksi jual asing masih terjadi, tekanan yang muncul sejauh ini relatif lebih terkendali dibandingkan kekhawatiran awal pelaku pasar.

"Perkiraan foreign outflow tidak sebesar proyeksi awal karena sebagian pasar sudah lebih dulu mengantisipasi langkah MSCI," kata Alrich.

Ia menambahkan, status Indonesia yang masih bertahan sebagai bagian dari kelompok emerging market turut menjadi penopang sentimen positif bagi investor. 

Hal ini dinilai membantu meredam tekanan jual yang lebih dalam di pasar domestik.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Seno Tri)

 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved