Hadir di Public Expose Live 2026 BEI, Bank Raya Optimistis Bisnis Digital Tumbuh Positif
Bank Raya optimis bisnis digital terus tumbuh di 2026 usai mencatat kinerja solid pada Kuartal I dengan NIM naik 91 bps yoy.
Hal tersebut mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Produk unggulan Bank Raya, Pinang Dana Talangan, terus menunjukkan kinerja cemerlang. Selama tiga bulan pertama 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh 33,4 persen yoy, dengan outstanding sebesar Rp1,15 triliun atau tumbuh 63,0 persen yoy yang telah disalurkan kepada sekitar 52.000 Agen BRILink dan Agen Gadai.
"Kami optimistis pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan dapat terus tercapai di sisa 2026. Optimisme ini tentunya didukung oleh penguatan inovasi produk digital, penerapan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas, sehingga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham," kata Bagus.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank Raya terus tumbuh mencapai Rp8,44 triliun, didorong oleh pertumbuhan dana murah berupa produk giro dan tabungan yang mencapai Rp3 triliun atau tumbuh 30,2 persen yoy.
Pertumbuhan dana murah itu turut didorong oleh digital saving yang tumbuh signifikan sebesar 63,9 persen yoy atau mencapai Rp2,30 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital Bank Raya oleh masyarakat, seiring dengan upaya Perseroan dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital.
Kondisi likuiditas Bank Raya juga terjaga baik, tercermin dari rasio loan to deposit ratio (LDR) sebesar 81,64 persen, rasio liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 442,55 persen, serta rasio net stable funding ratio (NSFR) sebesar 164,71 persen, di atas ketentuan minimum sebesar 100 persen. Dengan rasio permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) yang masih terjaga kuat di 41,80 persen per Maret 2026, Bank Raya tetap optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan bisnis digital jangka panjang.
Hingga akhir Maret 2026, Bank Raya telah berinovasi dengan lebih dari 100 fitur di aplikasi Raya yang diakses oleh lebih dari 1 juta nasabah.
Berbagai inovasi terbaru yang menjadi andalan di antaranya Saku Bisnis untuk membantu pengelolaan keuangan bisnis bagi pelaku usaha, Uang Saku yang memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak dini kepada anak-anak dengan pengawasan orang tua, serta Saku Bareng untuk menabung kolektif dan transparan bagi komunitas.
Selain itu, tersedia pula Kartu Digital Debit Visa yang melengkapi ekosistem pembayaran dalam bertransaksi domestik maupun internasional. Dalam waktu dekat, Bank Raya juga akan menghadirkan fitur terbaru yang memudahkan nasabah mengelola keuangan sekaligus menyalurkan hobi.
"Kami melihat peluang pertumbuhan digital tetap terbuka, namun kami melangkah dengan prinsip kehati-hatian, memastikan setiap ekspansi didukung oleh fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang terjaga sebagai bank digital yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi untuk tumbuh secara berkelanjutan," terang Bagus.
Konsisten Melakukan Pengembangan Teknologi Informasi dan Tata Kelola
Untuk mendukung penguatan fundamental bisnis digital, perseroan juga memperkuat tata kelola teknologi informasi (TI) dan keamanan informasi dengan menerapkan standar internasional ISO/IEC 27001:2022 Information Security Management System.
Melalui standar itu, Bank Raya mengimplementasikan sistem manajemen keamanan informasi yang komprehensif dan terstruktur, mencakup pengelolaan risiko, perlindungan data, serta pengendalian operasional TI yang sejalan dengan praktik terbaik global. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan keandalan TI perbankan digital Bank Raya serta menjaga kepercayaan nasabah, mitra, dan pemangku kepentingan.
Pada 2025, Bank Raya meraih predikat "Sangat Tepercaya" atau Most Trusted Company berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI). Predikat ini membuktikan komitmen Bank Raya dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang berpedoman pada pengelolaan perusahaan yang transparan, akuntabel, bertanggung jawab, independen, dan adil sesuai dengan pedoman tata kelola di industri perbankan.
Bank Raya juga terus melakukan perbaikan dalam hal model bisnis, proses bisnis dan operasional, penerapan kode etik perusahaan, serta komitmen anti-fraud. Hal itu diwujudkan melalui berbagai sertifikasi, antara lain ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti-Penyuapan, ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO/IEC 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi, dan ISO 20000-1:2018 IT Service Management System.
Sepanjang 2025, Bank Raya berhasil meraih 23 penghargaan dari berbagai lembaga bergengsi dan kredibel di tingkat nasional, di antaranya Katadata Green Safe Award, IICD Awards 2025 Category Corporate Governance Conference, Anugerah Inspiratif Liputan6.com 2025 Kategori Digitalisasi Inovasi Perbankan Digital Berbasis Komunitas, Investor Daily ESG Appreciation Kategori Initiative in Social Innovation, dan Indonesia Best CX-EX Strategy 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PUBLIC-EXPOSE-LIVE-2026.jpg)