Kamis, 11 Juni 2026

Kenaikan BI Rate dan Harga Pertamax Topang Penguatan Rupiah dan IHSG

Penguatan yang terjadi menjadi respon positif pasar terhadap sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah dan Bank Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PENGUATAN IHSG - Pengamat berpendapat, penguatan nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) dua hari terakhir dinilai lebih banyak dipengaruhi faktor domestik ketimbang sentimen global. Penguatan yang terjadi menjadi respon positif pasar terhadap sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah dan Bank Indonesia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Oleh karena itu, kenaikan harga Pertamax dinilai dapat membantu mengurangi tekanan terhadap anggaran negara sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap kemampuan pemerintah menjaga fiskal.

"85 persen subsidi kemungkinan besar akan sedikit menyusut dan inilah yang membuat pasar kembali percaya terhadap pemerintah," jelas Ibrahim.

Menurut dia, kombinasi kebijakan Bank Indonesia dan langkah pemerintah dalam mengelola subsidi energi menjadi faktor utama yang mendorong penguatan rupiah dan IHSG.

Dengan kondisi tersebut, ia meyakini skenario pelemahan rupiah hingga menyentuh Rp 19.000 per dolar AS dapat dihindari.

"Ini yang dilakukan oleh pemerintah dan saya sebagai seorang pengamat ekonomi percaya bahwa apabila pemerintah merespon kebijakan-kebijakan dari para pengamat, kemungkinan besar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan akan kembali menguat. Dan mencapai level Rp 19.000 kemungkinan besar tidak akan terjadi," ucap Ibrahim.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved