DPR RI

Berita Parlemen

Komisi VI Apresiasi Kinerja PT. Petrokimia Gresik

Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza mengapresiasi kinerja PT. Petrokimia Gresik (PG) sebagai salah satu produsen pupuk terlengkap di Indonesia

Komisi VI Apresiasi Kinerja PT. Petrokimia Gresik
DPR-RI
Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza mengapresiasi kinerja PT. Petrokimia Gresik (PG) sebagai salah satu produsen pupuk terlengkap di Indonesia yang memproduksi berbagai macam pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri.

Dirinya mengakui kinerja yang dilakukan PT. PG sudah luar biasa di tengah permintaan pasar yang masih sangat tinggi.

"Jadi, jika pemerintah ingin mengembangkan PT. PG sebagai salah satu pioneer di perusahaan pupuk baik nasional maupun dunia, mungkin harus mengambil langkah-langkah aksi korporasi maupun aksi finansial untuk menyempurnakan lagi apa yang sudah berjalan di PT. PG saat ini," jelas Faisol saat memimpin pertemuan dengan jajaran direksi PT. PG, Kementerian BUMN, dan PT. Pupuk Indonesia (Persero), di Pabrik Petrokimia, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, (16/11/2016).

Baca: Legislator Dorong Pemerintah Tetap Revisi UU Nomor 5 Tahun 1990

Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai harus ada perbaikan di tengah persoalan yang dihadapi oleh PT. PG yakni terkait dengan terlambatnya pembayaran dana subsidi penyaluran pupuk (Public Service Obbligation/PSO) oleh Pemerintah.

Sehingga dalam hal ini, PT. PG harus melakukan langkah-langkah keuangan agar tidak terjadi masalah dalam cash flow.

“Untuk itu persoalan ini harus kita perbaiki, Komisi VI DPR tentu berharap agar PT. PG dapat meningkatkan laba bersih sehingga nantinya sumbangan terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kita bisa lebih tinggi. Di samping itu pula kita berharap adanya peningkatan kinerja ekspor yang dilakukan oleh PT. PG,” ungkap Faisol.

Terkait fenomena impor Pupuk Urea yang terus meningkat, yang dalam jangka panjang akan berdampak pada kinerja produksi urea dalam negeri, politisi daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur II ini mengingatkan, agar PT PG untuk melakukan penguatan pasar.

Baca: Kemenag Harus Optimalkan Media Digital Untuk Jalankan Fungsi Keagamaan

Sehingga nantinya fenomena tersebut tidak mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

“Aksi-aksi pasar yang bisa dilakukan oleh produk impor bukan tidak mungkin akan mempengaruhi kinerja PT. PG dan hal ini tidak bisa dihindari. Memang sudah ada rencana-rencana jangka panjang yang sudah dilakukan oleh PT. PG, namun kita memerlukan roadmap yang lebih pasti sehingga nantinya kita tidak perlu khawatir kinerja dari PT PG ini akan terganggu oleh fenomena impor tersebut,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Anggota Komisi VI DPR RI Lamhot Sinaga yang turut mengapresiasi kinerja PT. PG, di tengah persoalan keterlambatan pembayaran dana subsidi penyaluran pupuk oleh pemerintah. Pasalnya, PT PG masih bisa mengembalikan dividen sebesar Rp 1,7 triliun kepada negara di tahun 2018.

Baca: Komisi VI Dorong Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Sesuai Target

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved