Breaking News:
DPR RI

Program Restorasi Lahan Gambut di Desa Limbung Kalbar Berjalan Baik

Wakil Ketua Komisi IV DPR G. Budisatrio Djiwandono menyatakan program restorasi gambut yang dilaksanakan oleh BRGM di Desa Limbung itu sudah baik.

Editor: Content Writer
Arief/mr
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G. Budisatrio Djiwandono. 

TRIBUNNEWS.COM - Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G. Budisatrio Djiwandono meninjau dan menggelar diskusi dengan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove (BRGM) beserta stakeholder di lokasi restorasi gambut di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pada kesempatan tersebut, Budi, sapaan akrab Budisatrio menyatakan program restorasi gambut yang dilaksanakan oleh BRGM di Desa Limbung itu sudah berjalan dengan baik.

"Kami melihat bahwa program dari BRGM ini berjalan cukup baik, khususnya untuk memitigasi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pada tahun ini, tepatnya Februari 2021 terjadi kebakaran hutan yang cukup hebat di desa ini, dan hampir setiap tahun terjadi," ucap Budi di Desa Limbung, Kalbar, Selasa (30/11/2021).

Ia menyampaikan, BRGM dengan programnya dan turun untuk merehabilitasi dan merestorasi ekosistem gambut yang ada di Desa Limbung serta membangun sekat-sekat kanal dan juga sumber sumber mata air guna mencegah terjadinya kebakaran-kebakaran hutan dan lahan pada tahun-tahun yang akan datang.

"Informasi yang kami terima bahwa program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar, khusus kepada siswa-siswi sekolah SMA 4 Sui Raya yang lokasinya berada di sana, di mana setiap tahun mereka berhadapan langsung dengan ancaman kebakaran hutan dan juga masyarakat di desa-desa sekitarnya. Dan kami juga diberi informasi bahwa manfaat yang telah diterima oleh warga, khususnya dalam situasi pandemi ini juga cukup baik," ungkap politisi Partai Gerindra tersebut.

Dikatakannya, warga masyarakat telah bisa kerja kembali dan menikmati manfaat ekonomi. Komisi IV pun melihat program dari BRGM ini patut diberi dukungan anggaran yang cukup.

"Ke depan kita akan terus melihat dan semoga program ini berjalan dengan lancar. Selain itu ada pula program revitalisasi ekonomi masyarakat dengan menanam bibit-bibit tanaman produktif, tanaman yang bisa dikonsumsi. Ini akan menjadi tugas selanjutnya. Sebagai catatan, kita harus cari keseimbangan anggaran lagi. Sebab anggaran BRGM yang kami lihat sekarang ini berat untuk melaksanakan penanaman mangrove," pungkas Budi. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved