Ibadah Haji 2026
Dari Angon Kambing ke Tanah Suci, Perjuangan Taruno Wujudkan Mimpi Berhaji
Taruno menabung 10 tahun dari hasil tani, jual kambing demi haji, berharap sehat dan ibadah lancar bersama ribuan jemaah Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Taruno Tanoyo, jemaah haji lansia asal Kulonprogo, menabung hingga 10 tahun dengan nominal kecil dari hasil bertani dan beternak demi bisa berangkat haji bersama istrinya.
- Ia bahkan menjual 14 kambing untuk biaya tambahan, sementara aktivitas menggembala sehari-hari menjadi latihan fisik menjelang ibadah haji.
- Menjelang keberangkatan, ia hanya berharap kesehatan dan kelancaran ibadah, di tengah pemberangkatan puluhan ribu jemaah Indonesia ke Tanah Suci secara bertahap.
TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan menuju Tanah Suci tak selalu ditempuh dengan jalan mudah.
Bagi Taruno Tanoyo, seorang jemaah haji lansia yang tergabung dalam kloter 1 embarkasi Yogyakarta (YIA), keberangkatan tahun ini adalah buah dari perjuangan panjang sebagai petani dan peternak selama bertahun-tahun.
Dengan penghasilan yang tak menentu, ia mengaku menabung sedikit demi sedikit selama kurang lebih 10 tahun.
Nominalnya pun jauh dari kata besar, kadang hanya Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari. Bahkan warga Kulonprogo itu tak jarang tidak bisa menabung sama sekali.
"Seharinya tidak tentu, kadang-kadang isi, kadang-kadang kosong," ujarnya menggambarkan kondisi ekonominya kepada tim Media Center Haji, Kamis (30/4/2026).
Meski begitu, tekad pria yang menjadi Abdi Dalem Pura Pakualaman, Yogyakarta sejak tahun 1965 itu tak pernah surut.
Ia terus menyisihkan uang setiap kali ada rezeki, hingga akhirnya mampu memenuhi setoran awal biaya haji bersama sang istri, Sumarni.
Baca juga: Selamat dari Kecelakaan Maut, Rukhayah Wujudkan Haji Setelah 13 Tahun Penantian
Bahkan menjelang keberangkatan, ia menjual 14 ekor kambing sebagai tambahan biaya dan bekal selama berhaji.
"Kemarin kambingnya banyak, sekarang sudah habis dijual untuk tambahan berangkat naik haji, buat jaga-jaga," ujarnya.
Sehari-hari, aktivitas menggembala kambing justru menjadi bagian dari persiapan fisiknya.
Ia terbiasa berjalan dan berlari kecil saat mengurus ternaknya, yang tanpa disadari menjadi latihan kebugaran menjelang ibadah haji.
"Angon (menggembala) kambing itu sekalian olahraga," tutur
Bagi Taruno dan Sumarni, ini merupakan haji pertama keduanya. Meski sebelumnya mereka pernah menunaikan ibadah umrah bersama keluarga pada tahun 2018.
Saat berangkat kali ini, ia mendapat dukungan penuh dari keluarga besar yang terdiri dari lima anak, 10 cucu, hingga 25 cicit.
"Semua senang," katanya.
Minta Sehat
Menjelang rangkaian ibadah haji, ia tidak memiliki banyak permintaan: haji mabrur dan munggah swarga (masuk surga).
Doa utamanya pun sederhana, diberikan kesehatan dan kelancaran agar proses ibadah hajinya lancar, terutama saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Minta sehat saja," katanya.
Ia juga mengapresiasi pelayanan petugas haji, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Menurutnya, bantuan sudah diberikan sejak tiba di bandara hingga di lokasi akomodasi.
"Sudah dibantu semua," ujarnya.
Baca juga: Wujudkan Haji Ramah Perempuan, Layanan dan Pendampingan Ibadah Terus Diperkuat
Update
Adapun saat ini, berdasarkan data per Minggu (3/5/2026), sebanyak 211 kelompok terbang (kloter) dengan 81.992 jemaah dan 841 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, 199 kloter dengan 77.269 jemaah dan 793 petugas telah tiba di Madinah.
Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah berlangsung bertahap, dengan 52 kloter berjumlah 20.689 jemaah dan 212 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dari-Angon-Kambing-ke-Tanah-Suci-Perjuangan-Taruno-Wujudkan-Mimpi-Berhaji.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.