Selasa, 5 Mei 2026

Apakah Perempuan yang Haid/Nifas Boleh Wukuf di Arafah dan Baca Al-Quran?

Perempuan yang sedang haid/nifas boleh Wukuf di Arafah dengan membaca zikir dan doa, namun haram membaca ayat Al-Quran, menurut sebagian besar ulama.

Tayang:
/TRIBUNNEWS.COM/Dewi Aguistina
WUKUF DI ARAFAH - Sejumlah Jemaah Haji Indoensia yang tengah melakukan Wukuf di Arafah, Arab Saudi, Kamis (5/6/2025). - Perempuan yang sedang haid/nifas boleh Wukuf di Arafah dengan membaca zikir dan doa, namun haram membaca ayat Al-Quran, menurut sebagian besar ulama. 

Ringkasan Berita:
  • Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang wajib karena tanpa wukuf, maka hajinya tidak sah.
  • Ibadah ini dilakukan dengan berdiam untuk beribadah di Arafah pada 9 Dzulhijjah hingga fajar 10 Dzulhijjah.
  • Perempuan haid tetap boleh wukuf, namun dianjurkan tidak membaca Al-Qur’an dan cukup berzikir atau berdoa. 
  • Wukuf mengajarkan introspeksi, ketundukan kepada Allah, serta menggambarkan kesetaraan manusia di hadapan-Nya.

TRIBUNNEWS.COM - Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang wajib dilakukan oleh jemaah haji, jika ditinggalkan maka hajinya tidak sah (batal) dan tidak dapat diganti dengan dam (denda).

Wukuf adalah ibadah yang dilakukan dengan berdiam diri di Arafah, meski hanya sejenak, dalam keadaan ihram pada waktu tergelincirnya Matahari pada 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.

Arafah, dataran luas yang terletak sekitar 20 km ke arah timur dari Masjidilharam, merupakan lokasi utama untuk wukuf.

Di tempat ini juga terdapat bukit terkenal bernama Jabal Rahmah yang diyakini menjadi tempat bersatunya kembali Nabi Adam dan Hawa, yang sering dikunjungi jemaah haji.

Selama wukuf, jemaah haji dianjurkan memperbanyak zikir, doa, dan sholawat.

Apakah perempuan yang haid/nifas boleh ikut Wukuf di Arafah?

Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan bahwa seseorang yang ingin wukuf di Arafah tidak dipersyaratkan untuk suci dari hadas kecil/hadas besar.

Perempuan yang sedang haid/nifas boleh melaksanakan wukuf di tenda Arafah bersama jemaah haji lainnya.

Perlu diingat, rangkaian ibadah haji dan umrah tergolong qurbah (perbuatan mendekatkan diri kepada Allah SWT) yang sunah dikerjakan dalam keadaan suci dari hadas kecil/besar, kecuali Tawaf.

Sementara itu, bagi jemaah haji yang sakit dan berada dalam perawatan di rumah sakit/lokasi di luar Arafah, serta masih memungkinkan untuk dibawa ke Arafah, maka ia bisa melaksanakan wukuf melalui safari wukuf.

Baca juga: Doa Wukuf di Arafah saat Ibadah Haji, Waktu Mustajab Berdoa kepada Allah

Dalam safari wukuf, jemaah yang dirawat di rumah sakit atau tidak bisa bergerak akan dibawa ke Arafah menggunakan ambulans atau kendaraan khusus.

Mereka tetap dihadirkan (meski sebentar) di wilayah Arafah pada waktu wukuf.

Setelah itu, jemaah bisa kembali ke tempat perawatan.

Apakah perempuan haid boleh membaca Al-Qur'an ketika sedang wuquf di padang Arafah?

Menurut Imam al-Nawawi, perempuan haid dan orang junub haram membaca ayat suci Al-Qur'an, baik sedikit maupun banyak. 

Selain itu, mayoritas ulama madzhab Syafi'i juga berpendapat bahwa perempuan yang sedang haid haram membaca Al-Quran.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa sebaiknya perempuan yang sedang haid dan sedang wukuf di Arafah tidak membaca ayat Al-Quran agar tidak berpotensi melakukan perbuatan haram, sebagaimana pendapat mayoritas ulama.

Lantas, ibadah apa yang bisa dilakukan oleh perempuan yang sedang haid untuk mengikuti wukuf di Arafah?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved