Agama Jain di India : Mengapa anak-anak muda ini menolak kenikmatan dunia?
Ratusan anak muda pemeluk agama Jain di India memilih untuk menolak kenikmatan dunia dan jumlahnya terus meningkat.
"Guru saya mengatakan bahwa tak ada yang baik di dunia," ujar Het, mengucapkan kata-kata yang tampaknya ia sendiri tak benar-benar pahami.
"Saya tidak suka satu pun hal di dunia fana ini. Saya ingin beralih dari karma-karma saya, dosa-dosa saya. Untuk itu saya ingin menjalani deeksha. Guru saya mengatakan bahwa saya sebaiknya secepatnya melakukan itu dari pada nanti, makanya saya ingin melakukannya sebelum saya berusia 15 tahun."

Orang tuanya melihatnya dengan bangga. Tapi tidak semua orang tua merasakan hal yang sama terkait penolakan keduniawian yang dilakukan anak-anak mereka.
Dhruvi harus bekerja keras untuk mendapatkan dukungan orang utanya. "Keluarga saya sangat marah saat saya memberitahu mereka," ujarnya.
Ia lantas berhenti menyebut kata 'deeksha' selama beberapa tahun, karena sadar jika ia terus menerus memaksakannya, ia bisa kehilangan kebebasannya bepergian bersama sang guru.
Meski akhirnya ia berhasil meluluhkan perlawanan keluarganya, ketakutan mereka tetap bergeming di bawah permukaan.
Di pagi hari upacara penolakan keduniawian Dhruvi, sang ayah memeluknya untuk terakhir kalinya sebelum ia mengenakan pakaian biarawati, kesedihan tergurat di wajahnya.