Virus Corona
Ahli Medis Selidiki Gejala Baru Virus Corona pada Sejumlah Pasien: Ringan tapi Tidak Sembuh-sembuh
Pusat medis utama di Amerika Serikat tengah mencari tahu mengapa beberapa pasien Covid-19 terus memiliki gejala selama berminggu-minggu
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Pusat medis utama di Amerika Serikat tengah mencari tahu mengapa beberapa pasien Covid-19 terus memiliki gejala selama berminggu-minggu setelah dinyatakan positif terjangkit virus corona.
Seperti yang dilansir NBC News, Amy Watson (47) adalah salah satu pasien yang mengalami kondisi seperti itu.
Ia sudah mengalami demam lebih dari 100 hari.
"Ini menjengkelkan," ujar Watson yang berprofesi sebagai guru TK di Portland, Oregon.
Sejak pertengahan Maret, suhu badannya naik 37-28 derajat Celsius hampir setiap hari setelah petang.
Amy Watson dinyatakan positif Covid-19 pada bulan April, sebulan setelah merasakan gejala seperti demam, batuk, dan kelelahan.
Baca: Selain Demam dan Batuk, Kini CDC Amerika Tambahkan 3 Gejala Baru Covid-19: Pilek, Mual hingga Diare
Baca: Cara Mencegah Listeria, Simak Gejala dan Penjelasan soal Wabah yang Bersumber dari Jamur Enoki
Kini, gejala itu masih ada tapi melemah.
Ia juga mengalami sensasi kulit terbakar.
Penyakit Watson tidak cukup parah untuk dibawa ke rumah sakit.
Ia hanya merawat diri sendiri di rumah dengan konsultasi dokter lewat telepon.

Watson masih memiliki gejala, tapi dalam kurun waktu yang sangat lama.
Dokter memiliki beberapa teori atas kondisinya.
David Putrino, seorang ahli terapi fisik dan asisten profesor di Sistem Kesehatan Mount Sinai di New York City, mulai mengawasi pasien Covid-19 yang mengalami gejala ringan, tapi berkepanjangan yang dirawat di rumah.
"Apa yang kita mencoba mengerti yaitu seperti apakah gejala baru ini, bagaimana kami mengelolanya dan bagaimana kami bisa membantu mereka menjalani hari-hari mererka," ujarnya.
Dr. Jessica Dine, seorang dokter paru-paru di Penn Medicine di Philadelphia, mengatakan ia mulai memperhatikan kelompok pasien COVID-19 yang gejalanya berlangsung cukup lama.