Breaking News:

Joe Biden Tak akan Mencabut Sanksi Jika Iran Tetap Memperkaya Uranium

Presiden AS, Joe Biden, tidak akan mencabut sanksi Iran sebelum negara itu berhenti memperkaya uranium.

Ap
Foto satelit menunjukkan Iran membangun fasilitas nuklir bawah tanah di tengah ketegangan dengan AS. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, tidak akan mencabut sanksi Iran sebelum negara itu berhenti memperkaya uranium.

Syarat ini berlaku juga jika Iran ingin melakukan kesepakatan nuklir baru dengan AS.

Biden ditanya penyiar CBS News Evening News, Norah O'Donnell, soal pencabutan sanksi ekonomi dan perjanjian nuklir baru dengan Iran.

"Tidak," kata Biden dalam cuplikan wawancara yang diposting di Twitter, dikutip dari NyPost.

Ultimatum dari Biden ini terjadi beberapa jam setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuntut Biden mencabut sanksi.

Presiden AS Joe Biden bersiap untuk menandatangani perintah eksekutif tentang perawatan kesehatan yang terjangkau di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, pada 28 Januari 2021. Perintah tersebut termasuk membuka kembali pendaftaran di Undang-Undang Perawatan Terjangkau federal.
Presiden AS Joe Biden bersiap untuk menandatangani perintah eksekutif tentang perawatan kesehatan yang terjangkau di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, pada 28 Januari 2021. Perintah tersebut termasuk membuka kembali pendaftaran di Undang-Undang Perawatan Terjangkau federal. (MANDEL NGAN/AFP)

Baca juga: Pemerintahan Biden akan Hapus Houthi dari Daftar Teroris dan Balikkan Keputusan Trump

Baca juga: Dijual di Amazon, Harga Buku Biografi Donald Trump Tahun 1997 Melonjak Hingga 900 Dolar AS

Sanksi dan tekanan pada Iran itu terjadi pada masa jabatan Presiden Donald Trump.

"Jika (AS) ingin Iran kembali ke komitmennya, ia harus mencabut semua sanksi dalam praktiknya, kemudian kami akan melakukan verifikasi, lalu kami akan kembali ke komitmen kami," kata Khamenei dalam siaran TV pemerintah.

Khamenei menyebut pendiriannya sebagai, "Kebijakan pasti dan tidak dapat diubah dari Republik Islam."

"Dan semua pejabat negara sepakat tentang ini dan tidak ada yang akan menyimpang darinya," jelas Khamenei.

Iran mulai memperkaya uranium ke tingkat senjata dan melanggar kesepakatan nuklir internasional 2015.

Halaman
12
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved