Breaking News:

Krisis Korea

Korea Utara dan Korea Selatan Mulai Perbaiki Hubungan: Buka Semua Saluran Hotline

Korea Utara dan Korea Selatan membuka jalur komunikasi hotline mulai Selasa (27/7), dalam proses memulihkan hubungan di Semenanjung Korea

Editor: hasanah samhudi
AFP
FOTO DOKUMENTASI pada 16 September 2020 menunjukkan Menteri Unifikasi Korea Selatan Lee In-young (kanan) melihat "hotline" antar-Korea selama kunjungan ke sisi selatan desa gencatan senjata Panmunjom di Zona Demiliterisasi ( DMZ). 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Korea Selatan dan Korea Utara mulai memulihkkan semua saluran komunikasi ( hotline) kedua negara, mulai Selasa (27/7).

Kantor Kepresidengan Korsel (Blue House) dan Kantor berita Korut, KCNA, melaporkan bahwa semua saluran komunikasi antar-Korea dibuka kembali Selasa ini pukul 10.00 waktu setempat.

Tindakan ini merupakan kesepakatan antara  para pemimpin dan sebagai awal dari membangun kembali kepercayaan dan meningkatkan hubungan kedua negara.

Sekretaris Pers Moon, Park Soo-hyun menyebutkan, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah berkomunikasi melalui surat sejak April dan sepakat untuk menyambungkan kembali hotline.

"Kedua pemimpin telah mencari cara untuk memulihkan hubungan dengan bertukar surat pada beberapa kesempatan, dan sepakat untuk memulihkan hotline terputus sebagai langkah pertama untuk proses itu," kata Park dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Kim Jong Un Ungkap Korut Perlu Bersiap Gelar Dialog dan Konfrontasi dengan AS

Baca juga: Rakyat Korut Dilaporkan Kelaparan Gara-gara Aturan Ketat Covid di Negara Itu

"Mereka juga sepakat untuk mendapatkan kembali kepercayaan sesegera mungkin dan mendorong kemajuan dalam hubungan lagi,” katanya.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan, perwakilan dari kedua belah pihak berbicara melalui telepon selama tiga menit.

Kementerian menambahkan bahwa panggilan lain akan dilakukan pada Selasa sore, dan selanjutnya setiap hari.

"Kami senang untuk berbicara lagi setelah lebih dari satu tahun. Kami berharap ini membawa kabar baik kepada semua orang Korea," kata perwakilan Korea Selatan.

Hubungan antara kedua negara membaik pada tahun 2018, ketika Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu tiga kali.

Baca juga: Korut Larang Penggunaan Obat dari China Setelah Ada Pejabatnya yang Meninggal Dunia

Baca juga: Presiden Moon: Penembakan Warga Sipil Korsel oleh Tentara Korut Tak Dapat Ditoleransi

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved