Breaking News:

Konflik di Afghanistan

CIA Dilaporkan Memperingatkan Militer AS Tentang Adanya Anak-anak Sebelum Serangan Drone di Kabul

CIA dilaporkan telah mengirimkan peringatan kepada militer AS akan kemungkinan ada anak-anak pada sasaran serangan drone di Kabul Agustus lalu

AFP
Seorang kerabat Zemarai Ahmadi, memeriksa puing-puing kendaraan yang rusak dalam serangan drone (pesawat tak berawak) AS di lingkungan Kwaja Burga di Kabul pada 18 September 2021. Zemarai Ahmadi salah diidentifikasi sebagai militan Negara Islam (ISIS-K) oleh intelijen AS. 

TRIBUNNEWS,COM – Pejabat intelijen AS (CIA) telah mengirimkan peringatan mendesak kemungkinan ada anak-anak di dalam atau di dekat mobil yang menjadi sasaran serangan pesawat tanpa awak (drone) AS di Kabul pada 29 Agustus 2021.

Surat Kabar New York Post mengutip CNN yang melaporkan peringatan CIA itu dengan mengutip tiga sumber yang tidak disebutkan namanya.

Namun, peringatan itu datang terlambat. Serangan terhadap kendaraan di Kabul itu menewaskan 10 orang, tujuh di antaranya anak-anak.

Menurut CNN, tidak jelas kapan tepatnya peringatan CIA dikeluarkan,

Namun sumber tersebut mencatat bahwa hanya ada waktu beberapa detik sebelum rudal Hellfire yang ditembakkan dari drone menghantam mobil Toyota Corolla yang dikendarai Zemari Ahmadi.

Baca juga: Keluarga Korban Serangan Drone di Afghanistan Minta AS Tanggung Jawab: Kami Tidak Bersalah

Baca juga: Pentagon Akui Serangan Drone Tewaskan 10 Warga Sipil, Bukan Anggota Militan IS-K

Disebutkan, CIA maupun Komando Pusat AS belum menanggapi laporan ini.

Awalnya, para pejabat AS mengatakan serangan udara itu menargetkan seorang pembom mobil bunuh diri yang terkait dengan ISIS-K dan menggagalkan potensi serangan di bandara Kabul.

"Kami yakin kami berhasil mencapai target. Ledakan sekunder yang signifikan dari kendaraan menunjukkan adanya sejumlah besar bahan peledak," kata juru bicara Komando Pusat AS Kapten Angkatan Laut AS Bill Urban dalam sebuah pernyataan saat itu.

"Kami sedang mengevaluasi kemungkinan korban sipil, meskipun kami tidak memiliki indikasi saat ini. Kami tetap waspada terhadap potensi ancaman di masa depan," ujar Urban.

Serangan udara itu dimaksudkan sebagai serangan balasan terhadap ISIS-K yang mengebom Bandara Kabul.

Baca juga: Drone AS Ledakkan Mobil ISIS-K: Amerika Selidiki Kemungkinan Korban Warga Sipil

Baca juga: Perencana ISIS-K Diduga Tertembak dalam Serangan Drone AS di Afghanistan Timur

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved