Tradisi Musim Semi Orang Jepang Makan Ikan Shirouo Yang Disajikan Masih Hidup
Shirouo no Odorigai atau ikan Shirouo yang masih hidup bergerak dimakan hidup-hidup di Jepang terutama di saat memasuki musim semi mulai Maret
Editor:
Johnson Simanjuntak
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Shirouo no Odorigai atau ikan Shirouo yang masih hidup bergerak dimakan hidup-hidup di Jepang terutama di saat memasuki musim semi mulai Maret mendatang.
Ini sebagai tradisi musim semi dengan metode memasak yang ditemukan daerah yang dekat dengan sungai-sungai kecil atau dekat muara sungai.
"Ikan ini untuk dimakan, ikan putih kecil yang disajikan hidup-hidup dalam mangkuk atau piring berisi air dengan sendok kelambu (penyaring), lalu dipindahkan ke mangkuk kecil dengan kecap cuka, dan tuangkan lalu di teguk minum ke mulut sekaligus," ungkap sumber Tribunnews.com Selasa (21/2/2023).
Sebagai cara makan yang serupa, ikan shirouo hidup mungkin diberi topping sushi.
Di antara beberapa hidangan yang dikenal sebagai makan ikan menari Shirouo adalah salah satu pola makan dengan bahan utamanya belum diubah dengan cara apa pun hingga kini.
Selain itu, meskipun umum untuk ikan ayu, makan ikan sungai mentah memiliki risiko infeksi parasit (Yokokawa). Meskipun demikian jarang mengarah pada gejala serius, tetapi kehati-hatian diperlukan.
Ikan ekor putih mengacu pada ikan gobi perciformes.
Panjang tubuhnya hanya sekitar 5 cm untuk ikan dewasa, dan memiliki kebiasaan bergerak di berbagai kali atau sungai di Jepang.
Kita dapat melihatnya di berbagai tempat di Jepang terutama di di selatan Hokkaido.
Ikan ini memangsa plankton di perairan pantai dangkal.
Di musim semi, ikan dewasa bermigrasi ke hilir sungai dan bertelur di sana. Jadi kalau kita memancing biasanya akan mendapatkan dengan mudah karena jumlahnya sangat banyak.
Whitetail fishing adalah gaya memancing yang unik di mana whitetail (shirouo) yang datang ke sungai ditangkap dengan menggantung jaring pada dua bambu yang dikepang dalam jaring empat siku.
Nama Shirouo berbeda di berbagai tempat di Jepang. Jadi ikan ini bukan berasal dari Fukuoka atau daerah lain di Jepang tapi ada di mana-mana di Jepang.
Ada banyak variasi nama, dan disebut Hiuo atau ikan es di Ibaraki dan Tokushima, lalu bernama Isaza di wilayah Hokuriku, nama Gaff di daerah Isewan, dan Shirauo di daerah Kansai dan Hiroshima.
Kuliner Jepang di Bali: Ramen Kumamoto dengan Cita Rasa Tradisional Kyushu |
![]() |
---|
QRIS Bank Indonesia Semakin Mempererat Hubungan dengan Jepang |
![]() |
---|
10 Negara Terbaik untuk Membesarkan Anak: Belanda Peringkat 1, Swiss Punya Kualitas Hidup Tinggi |
![]() |
---|
Klarifikasi Mentan Amran Bandingkan Kenaikan Harga Beras di RI dan Jepang: Kita Patut Bersyukur |
![]() |
---|
Dari Jepang, Pertama di Luar Asean, Standar Pembayaran Global QRIS Bank Indonesia Diluncurkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.