Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Israel Sengaja Targetkan Infrastruktur Sipil di Gaza dengan Menggunakan Teknologi AI

Menurut laporan, Israel dengan sengaja menargetkan infrastruktur sipil dalam serangannya di Jalur Gaza menggunakan teknologi AI.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
Menahem KAHANA / AFP
Sebuah tank militer Israel meluncur di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza pada 3 Desember 2023, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hamas. Israel menyerang sasaran-sasaran di Gaza pada tanggal 3 Desember dalam perangnya melawan Hamas ketika kekhawatiran internasional meningkat atas meningkatnya jumlah korban warga sipil, tiga hari setelah pertempuran kembali terjadi setelah gencatan senjata berakhir. 

TRIBUNNEWS.COM - Israel dengan sengaja menargetkan infrastruktur sipil dengan menggunakan kecerdasan buatan atau AI untuk mengidentifikasi potensi sasaran sipil.

Selain itu, Israel menggunakan AI untuk memaksimalkan korban warga Palestina dalam serangan yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

Hal tersebut diungkapkan dua organisasi media independen dalam laporan bersama mereka yang diterbitkan baru-baru ini.

Mengutip Anadolu Agency, laporan itu juga menyoroti peran mantan dan agen intelijen saat ini di Tel Aviv dalam menghasilkan salah satu serangan Israel paling mematikan.

Menurut laporan investigasi oleh Majalah +972 dan outlet berbahasa Ibrani Local Call, tentara Israel menggunakan AI untuk sengaja menargetkan infrastruktur sipil.

AI ini nantinya memberikan informasi sebelumnya tentang berapa banyak warga sipil yang akan kehilangan nyawa dalam serangan terhadap target yang dibuat secara otomatis.

Baca juga: Militan Houthi Yaman Klaim Serang Dua Kapal Israel di Laut Merah

Aplikasi intelijen bernama Hasbora ini dipekerjakan Israel untuk memilih target di Gaza, yang mempercepat proses menemukan kemungkinan target dan memberikan kontribusi signifikan terhadap serangan Israel terhadap infrastruktur sipil.

Pada 10 November, Israel menyerang 15.000 sasaran di Gaza selama 35 hari pertama serangan, menurut juru bicara militer.

Menurut penelitian tersebut, jika dibandingkan dengan serangan-serangan sebelumnya di Gaza, serangan kali ini secara signifikan meningkatkan penargetan infrastruktur sipil.

Israel menargetkan infrastruktur sipil ini diklasifikasikan sebagai "target kekuatan" oleh militer.

Perumahan pribadi, bangunan umum, infrastruktur sipil, dan bangunan bertingkat menjadi beberapa sasarannya.

Baca juga: Netanyahu Ancam Hancurkan Lebanon jika Hizbullah Terus Serang Israel

Dengan sejarah keterlibatan dalam serangan Gaza, sengaja menargetkan infrastruktur sipil bertujuan untuk memberikan "tekanan sipil" terhadap Hamas, kata penelitian tersebut, yang mengutip sumber-sumber intelijen.

Laporan tersebut mengatakan unit intelijen telah memeriksa dan menghitung perkiraan jumlah target potensial.

Hal ini termasuk rumah serta perkiraan jumlah warga sipil yang tinggal di wilayah Gaza, dan sebagai hasilnya, militer mengetahui perkiraan jumlah warga sipil.

Dalam salah satu serangan, militer Israel dengan sengaja menyetujui pembunuhan ratusan warga sipil Palestina untuk membunuh seorang komandan tinggi militer Hamas, kata laporan itu, mengutip sumber-sumber badan intelijen.

Israel sedang Membangun Serangan

Gambar yang diambil dari Israel selatan dekat perbatasan dengan Jalur Gaza pada 3 Desember 2023 ini menunjukkan asap mengepul di wilayah kantong Palestina selama pemboman Israel di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hamas. Israel melakukan pemboman mematikan di Gaza pada tanggal 3 Desember ketika seruan internasional meningkat untuk perlindungan yang lebih besar terhadap warga sipil dan pembaruan gencatan senjata yang telah berakhir dengan kelompok militan Palestina Hamas. (Photo by John MACDOUGALL / AFP)
Gambar yang diambil dari Israel selatan dekat perbatasan dengan Jalur Gaza pada 3 Desember 2023 ini menunjukkan asap mengepul di wilayah kantong Palestina selama pemboman Israel di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hamas. Israel melakukan pemboman mematikan di Gaza pada tanggal 3 Desember ketika seruan internasional meningkat untuk perlindungan yang lebih besar terhadap warga sipil dan pembaruan gencatan senjata yang telah berakhir dengan kelompok militan Palestina Hamas. (Photo by John MACDOUGALL / AFP) (AFP/JOHN MACDOUGALL)
Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan