Senin, 1 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Cerdiknya Putra Mahkota Arab Saudi Hadapi Manuver AS: Ronaldo Bagian dari Taktik, Paria Jadi Juara

Penguasa Arab Saudi Mohammed bin Salman berupaya memperluas pengaruhnya. AS yang tadinya menganggap dia sebagai Paria, kini tak punya pilihan.

Tayang:
Photo Kredit: AP/Tangkap Layar TC
Presiden AS, Amerika Serikat dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. 

Cerdiknya Putra Mahkota Arab Saudi Hadapi Manuver AS, Ronaldo Bagian dari Taktik Status Paria  Jadi Juara

TRIBUNNEWS.COM - Pada November lalu, ribuan warga Saudi berkumpul di jalan-jalan Riyadh untuk merayakan kemenangan berani penguasa mereka, Mohammed bin Salman.

Saat itu, Arab Saudi mengalahkan Italia dan Korea Selatan, dinobatkan sebagai tuan rumah World Expo 2030, sebuah pameran global yang akan menarik miliaran investasi dan ribuan pengunjung ke kerajaan gurun pasir tersebut.

Baca juga: Ansarallah Houthi Yaman Tak Mau Berdamai dengan Arab Saudi Jika Statusnya Perantara

Keputusan tersebut merupakan sebuah keberhasilan bagi putra mahkota dalam upayanya untuk membentuk kembali citra global Arab Saudi.

Image ini sebagai bagian dari Proyek Visi 2030 yang menjadi andalan khas dalam kepemimpinannya.

Ini akan membuat Arab Saudi beralih dari ketergantungannya pada bahan bakar fosil menjadi pusat inovasi dan teknologi global.

Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman menghadiri sesi 'Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global' sebagai bagian dari KTT G20 di New Delhi pada 9 September 2023.
Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman menghadiri sesi 'Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global' sebagai bagian dari KTT G20 di New Delhi pada 9 September 2023. (EVELYN HOCKSTEIN / POOL / AFP)

Dianggap AS Berstatus Paria

Namun enam tahun yang lalu, ceritanya sangat berbeda.

Perilaku otoriter Putra Mahkota Mohammed bin Salman, berbanding terbalik dengan citra sebagai seorang reformis, menjadi pusat perhatian global.

Putra mahkota Arab Saudi itu menghadapi isolasi global setelah pembunuhan brutal dan mutilasi sosok Jamal Khashoggi.

Menurut CIA, pembunuhan Khashoggi yang berlabel sebagai pembangkang, kemungkinan besar dilakukan atas perintah langsung sang putra mahkota.

Presiden AS< Joe Biden dalam kampanyenya pada 2020 silam mengatakan, dia akan menjadikan Putra Mahkota Mohammed bin Salman berstatus sebagai "paria" atas pembunuhan tersebut.

Adapun Senator Partai Republik AS, Lindsay Graham mencapnya sebagai "pembunuh yang tidak bersalah".

Para analis dilansir Insider menilai, Putra Mahkota Mohammed bin Salman kini membalikkan status itu, dari Paria menjadi Juara dengan sejumlah cara cerdik.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman dianggap mampu memanfaatkan ekonomi, diplomasi, dan kekayaan besar Arab Saudi untuk mendapatkan kembali status globalnya.

“Seiring berjalannya waktu, negara-negara Barat tidak terlalu fokus pada kasus pembunuhan Khashoggi dan memilih untuk lebih fokus pada bagaimana Arab Saudi merupakan pemain global yang penting sehingga negara-negara global harus bekerja sama untuk memajukan kepentingan nasional mereka,” Giorgio Cafiero, CEO Gulf State Analytics, dilansir Insider.

Foto yang didistribusikan oleh lembaga negara Rusia Sputnik menunjukkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menghadiri pertemuan dengan Presiden Rusia di Riyadh pada 6 Desember 2023.
Foto yang didistribusikan oleh lembaga negara Rusia Sputnik menunjukkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menghadiri pertemuan dengan Presiden Rusia di Riyadh pada 6 Desember 2023. (Sergei SAVOSTYANOV / KOLAM RENANG / AFP)

Kontrol Pasar Minyak

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved