Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Netanyahu Diminta Waspada, Iron Dome Israel Diprediksi Sulit Tangkis Serangan Maut Rudal Iran

Sistem pertahanan udara milik Israel Iron Dome kemungkinan tidak akan mampu melindungi penduduk dari serangan mematikan drone Iran

Kolase Tribunnews
Rudal Iran. Negara itu disebut tengah menyiapkan serangan balasan ke Israel dalam 48 jam mendatang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia

TRIBUNNEWS.COM, TEL AVIV – Sistem pertahanan udara milik Israel Iron Dome kemungkinan tidak akan mampu melindungi penduduk dari serangan mematikan drone atau pesawat nirawak milik pemerintah Iran.

Hal ini diungkap oleh surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), dalam laporannya WSJ menjelaskan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh Iran maupun gerakan Hizbullah Lebanon dinilai lebih tinggi.

Apabila serangan terus dilakukan dalam jangka waktu yang lama, maka sistem udara Iron Dome bakal suit menembak jatuh rudal jarak pendek dan melindungi daerah berpenduduk dari serangan yang dilakukan Iran.

Baca juga: Netanyahu Klaim Israel Siap Hadapi Serangan Iran, Minta Warganya Bersabar

"Serangan Iran dan proksinya ini disebut akan menjadi ujian terbesar bagi sistem pertahanan udara berlapis yang harus diperluas jauh melampaui sistem Iron Dome yang dibanggakan rezim tersebut," tulis WSJ mengutip dari Royan News.

Sebagai informasi Iron Dome sendiri merupakan kubah besi yang dirancang untuk melindungi Israel dari serangan-serangan udara pihak musuh seperti roket, artileri, dan mortir. Iron Dome ini bisa beroperasi dalam kondisi cuaca apapun.

Sejak beroperasi pada 2011 lalu, kehebatan Iron Dome dalam menghancurkan rudal musuh tak bisa diragukan lagi. Ini terlihat dari data yang dirilis Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Dimana senjata buatan BUMN Israel Rafael Advanced Defense Systems Ltd dan perusahaan AS Raytheon Technologies Cor ini sukses menembak jatuh 75 persen serangan proyektil musuh, meningkatkan benteng pertahanan Israel.

Selain menangkal serangan musuh, perisai ini juga dibekali sistem anti rudal kinetik jarak pendek yang dapat menghancurkan rudal musuh hanya dengan sekali tembak. Jika roket tersebut benar-benar menimbulkan ancaman, Iron Dome akan menembakkan rudal dari darat untuk menghancurkannya di udara.

Namun belakangan kemampuan kemampuan sistem pertahanan udara Iron Dome mulai melemah, dibuktikan dengan beredar rekaman di jejaring sosial yang menunjukkan sebuah drone canggih Iran yang merusak baterai Iron Dome.

Baca juga: Media Israel: Bom Dipasang di Bawah Ranjang Haniyeh Oleh 2 Rekrutan Mossad di Garda Revolusi Iran

Mengukur Kekuatan Drone Iran

Iran diketahui telah membangun gudang senjata drone produksi lokal dan mengekspor teknologi drone ke sekutu-sekutunya, meningkatkan kemampuan Teheran untuk mengancam AS dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah.

Dengan kemampuan ekspor senjata yang meningkat, Iran mengklaim militernya memiliki drone yang mampu mengirimkan rudal berpemandu presisi dengan jangkauan 2.000 km, daya tahan terbang lebih dari 24 jam, dengan disertai kemampuan siluman.

Dilansir dari Interesting Engineering dan Iranprimer.usip.org Iran memiliki beberapa drone yang digunakan untuk serangan dan pertahanan, diantaranya Drone Shaded-129 Drone yang mampu terbang setinggi 25.000 kaki dengan waktu tempuh 24 jam dan daya jelajah hingga 211 km.

Kemudian ada Drone Mohajer-10 dapat mengudara selama 24 jam dengan jarak tempuh 2.000 kilometer. Rudal Arash yang dapat menjalar dan meledakkan target dengan perbekalan 30 kilogram bahan peledak.

Serta Shahed-136 Pesawat tak berawak yang memiliki sistem persenjataan yang mampu menampung 40 kilogram bahan peledak dengan jarak tempuh 2.500 kilometer dan durasi penerbangan hingga 40 menit.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved