Analisis: Bisakah Kapal Induk AS Bertahan dari Serangan Rudal Hipersonik China Jika Perang Pecah?
Jika perang pecah, terutama Amerika Vs China, Beijing diprediksi akan berusaha melumpuhkan kapal induk AS pada awal-awal pertempuran.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapal induk, sebagai simbol kekuatan angkatan laut, menghadapi tantangan baru di era modern.
Dengan kemajuan teknologi senjata, terutama dari China dan Rusia, kemampuan kapal induk Amerika dan negara-negara Barat untuk bertahan dari serangan rudal dan torpedo semakin dipertanyakan.
Saat ini, China sedang membangun kemampuan misil untuk menyerang aset militer AS di basis-basis di Pasifik Barat, termasuk Guam.
Mereka juga mengembangkan rudal pembunuh kapal, termasuk yang hipersonik, dan memiliki inventaris rudal udara ke udara jarak jauh untuk menjaga pesawat AWACS dan pesawat pengisi bahan bakar AS tetap jauh dari wilayah mereka.
Kapal induk AS
Kapal induk dari Angkatan Laut AS, seperti USS Gerald R. Ford, adalah salah satu platform terbesar yang membawa kekuatan udara ke wilayah yang jauh.
Kapal ini memiliki bobot lebih dari 100.000 ton dan dapat mengangkut sekitar 80 pesawat.
Total ruang dek gabungan di AS lebih dari dua kali lipat dari gabungan semua negara lain. USN juga memiliki sembilan kapal serbu amfibi, yang digunakan terutama untuk helikopter.
Setiap kapal ini membawa hingga 20 jet tempur lepas landas dan mendarat vertikal atau pendek (V/STOL) dan ukurannya serupa dengan kapal induk armada berukuran sedang.
Namun, biaya pembangunan dan pemeliharaannya sangat tinggi, mencapai sekitar USD 128 miliar ditambah USD 47 miliar untuk penelitian dan pengembangan.
Hingga Maret 2024, 47 kapal induk aktif di seluruh dunia dioperasikan oleh 14 angkatan laut.
India, Inggris, dan Tiongkok masing-masing mengoperasikan dua kapal induk.
Prancis dan Rusia masing-masing mengoperasikan satu kapal induk dengan kapasitas 30 hingga 60 pesawat tempur.
Italia mengoperasikan dua dan Spanyol satu kapal serbu pengangkut pesawat ringan V/STOL.
Kapal induk helikopter dioperasikan oleh Jepang (4, dua di antaranya sedang dikonversi untuk mengoperasikan pesawat tempur V/STOL), Prancis (3), Australia (2), Mesir (2), Korea Selatan (2), Tiongkok (3), Thailand (1), dan Brasil (1).
| Langit Taiwan Jadi Zona Panas, Latihan Militer China Picu Kekacauan Penerbangan |
|
|---|
| Omzet Melejit 15 Kali, Kisah Haru Penjual Jajanan China yang Kini Mengasuh Tiga Cucu |
|
|---|
| Wakil Dubes RI di Tiongkok Bicara Pentingnya Kepercayaan Politik untuk Perkuat Diplomasi |
|
|---|
| Kim Jong Un Awasi Uji Rudal Jelajah, Bisa Terbang 10.000 Detik sebelum Hantam Target di Laut Kuning |
|
|---|
| Anggaran Pertahanan Terbesar Jepang: Dari Drone SHIELD hingga Rudal Jarak 1.000 Km |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapal-induk-amerika-serikat-eisenhower-ilustrasi-kapal-as-7868.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.