Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Temui Raja Abdullah II, Trump Ngebet Usir Warga Gaza: Ada Tanah di Yordania dan Mesir untuk Mereka

Raja Yordania Abdullah II menemui Presiden Donald Trump. Trump menyebut ada tanah di Yordania dan Mesir untuk warga Palestina yang diusir dari Gaza.

Facebook/The White House
RAJA ABDULLAH II - Foto ini diambil pada Rabu (12/2/2025) dari publikasi The White House pada Selasa (11/2/2025), memperlihatkan Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) berfoto di Gedung Putih pada Selasa. Raja Abdullah II menemui Donald Trump untuk membahas usulan Trump yang ingin mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza ke negara tetangga termasuk Yordania dan keinginannya agar AS menduduki wilayah tersebut. Yordania sebelumnya menolak usulan Trump. 

TRIBUNNEWS.COM - Sekutu Israel, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bertemu dengan Raja Abdullah II dari Yordania di Gedung Putih pada Selasa (11/2/2025).

Donald Trump mengulangi pernyataannya mengenai penggusuran warga Palestina dari Jalur Gaza ke negara tetangga termasuk Yordania dan Mesir.

Ia mengatakan warga Palestina akan hidup aman di tempat lain selain Jalur Gaza.

"Saya pikir akan ada sebidang tanah di Yordania dan Mesir tepat warga Palestina dapat tinggal," kata Donald Trump setelah bertemu dengan Raja Yordania Abdullah II di Washington, Selasa.

"Saya yakin 99 persen bahwa kita akan mampu mencapai sesuatu dengan Mesir juga," lanjutnya.

Donald Trump mengulangi pernyataannya dengan mengatakan, "Kami akan mengendalikan Jalur Gaza dan otoritasnya akan berada di tangan Amerika."

"Kami akan mengelola Jalur Gaza dengan sangat baik dan kami tidak akan membelinya," ujarnya.

Presiden AS menjelaskan pembangunan kembali Jalur Gaza akan berlangsung lama dan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Pembangunan Gaza, yang akan berlangsung lama dari sekarang, akan mendatangkan banyak lapangan pekerjaan bagi wilayah tersebut," kata Donald Trump.

Ketika ditanya apakah dia secara pribadi akan melaksanakan proyek pembangunan di Gaza, Donald Trump menjawab, "Tidak."

Ketika Trump ditanya tentang penahanan bantuan, ia menolak menjawab. 

Baca juga: Menlu Mesir Tegaskan Penolakan Terhadap Rencana Gaza oleh Donald Trump kepada Menlu AS, Marco Rubio

Ia menegaskan Amerika Serikat menyediakan banyak uang dan ia tidak perlu melontarkan ancaman.

"Saya pikir kita berada di atas itu," katanya, seperti diberitakan Al Jazeera.

Ketika ditanya otoritas apa yang dimilikinya atas Gaza, ia berkata Jalur Gaza akan berada di bawah otoritas Amerika Serikat atau dengan kata lain akan diduduki oleh AS.

Mengenai aneksasi Israel atas Tepi Barat yang diduduki, Donald Trump berkata, "Itu akan berhasil."

Tanggapan Raja Yordania

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan