Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Mesir Sebut Donald Trump Mendukung Rencana Mereka di Gaza, Setelah Diyakinkan Raja Yordania

Mesir dan Yordania yakin mereka telah berhasil membujuk Presiden AS Donald Trump agar tidak mendukung pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza

Editor: Muhammad Barir
Egyptian Presidency
MESIR DAN YORDANIA - Foto ini diambil pada Kamis (13/2/2025) dari website Egyptian Presidency, memperlihatkan kolase foto Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi (kanan) dan Raja Yordania Abdullah II (kiri) setelah melakukan panggilan telepon pada hari Rabu (12/2/2025) untuk membahas usulan Mesir membangun Gaza tanpa mengusir penduduknya. 

Mesir Sebut Trump Mendukung Rencananya di Gaza, Setelah Diyakinkan Raja Yordania

TRIBUNNEWS.COM- Mesir dan Yordania yakin mereka telah berhasil membujuk Presiden AS Donald Trump agar tidak mendukung pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza dan bahwa AS telah mendukung rencana pascaperang Mesir untuk wilayah kantong itu, kata seorang pejabat senior Mesir kepada Middle East Eye.

"Ini akan menjadi rencana Mesir yang diadopsi dan didukung oleh negara-negara Arab," kata pejabat tersebut. "Itulah yang disetujui Trump."

Pejabat Mesir, yang berbicara kepada MEE dengan syarat anonim pada hari Selasa, mengatakan kunjungan Raja Abdullah II dari Yordania ke Washington sangat penting untuk meyakinkan Trump agar membatalkan rencananya mengosongkan Gaza dari warga Palestina. 

Kairo dan negara-negara Arab lainnya memandang hasil pertemuan Abdullah sebagai sebuah kemenangan. 

“Pertemuan tertutup itu sangat bagus,” kata pejabat Mesir itu kepada MEE.

Raja Abdullah tidak secara terbuka menentang Trump terkait usulannya untuk "mengambil alih" Jalur Gaza, tetapi pejabat Mesir mengatakan bahwa raja secara pribadi memperingatkan Trump bahwa rencananya akan memicu "ekstremisme Islam" dan menyebabkan runtuhnya pemerintahan pro-AS di seluruh wilayah.

Trump terlihat “penuh perhatian dan simpatik”, kata pejabat tersebut.

Tahanan untuk peralatan rekonstruksi 

Mesir berhasil memanfaatkan momentum pertemuan Raja Abdullah dan semakin mendapatkan kepercayaan Trump untuk menjadi aktor utama di Gaza dengan berhasil bernegosiasi agar Hamas membebaskan enam tawanan hidup pada hari Selasa, kata pejabat tersebut. 


Jumlah tersebut dua kali lipat dari jumlah yang diamanatkan oleh kesepakatan gencatan senjata.

Hamas setuju untuk membebaskan tawanan sebagian karena Israel mengizinkan mesin berat masuk ke Gaza untuk memulai pembangunan kembali, kata pejabat itu.

Selain itu, Israel mengizinkan rumah mobil masuk ke Gaza yang sebelumnya telah diblokir. Hamas mengatakan Israel melanggar gencatan senjata dengan menahan bantuan dan mengancam tidak akan membebaskan tawanan mana pun. 

Pejabat tersebut mengonfirmasi bahwa Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi akan melakukan perjalanan ke Riyadh, Arab Saudi, kemungkinan pada hari Kamis, untuk membahas rencana Mesir terkait tata kelola Gaza pascaperang. Reuters pertama kali melaporkan rencana perjalanan Sisi. 

Seruan Trump agar AS mengambil alih Jalur Gaza yang terkepung dan menggusur paksa penduduk Palestina di sana memicu reaksi keras di AS dan di seluruh dunia. 

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan