Minggu, 11 Januari 2026

Trump Terapkan Tarif Timbal Balik

Mengapa iPhone Tak Terkena Tarif AS di Era Trump?

Sebagian besar unit iPhone dirakit di Tiongkok, namun produk ini tidak termasuk dalam daftar barang yang dikenakan tarif tinggi oleh pemerintah AS.

Facebook The White House
TARIF DAGANG AS - Foto ini diambil pada Kamis (3/4/2025) dari Facebook The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara selama konferensi pers setelah menandatangani kenaikan tarif dagang baru antara AS dan negara lain di dunia, di Gedung Putih di Washington, DC, AS pada Rabu (2/4/2025). Temukan alasan mengapa iPhone berhasil terhindar dari tarif tinggi AS. 

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah kebijakan tarif tinggi yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump terhadap produk asal Tiongkok, iPhone secara mengejutkan berhasil terhindar dari dampak tersebut.

Artikel ini akan menjelaskan mengapa iPhone tidak termasuk dalam daftar barang yang terkena tarif dan implikasi dari keputusan ini.

Mengapa iPhone Tidak Terkena Tarif?

Sebagian besar unit iPhone dirakit di Tiongkok, namun produk ini tidak termasuk dalam daftar barang yang dikenakan tarif tinggi oleh pemerintah AS.

Menurut kutipan dari Yahoo Finance dan Associated Press, Trump secara terbuka mengungkapkan bahwa ia memikirkan Apple, perusahaan teknologi raksasa yang memproduksi iPhone. "Saya memikirkan Apple. Saya berbicara dengan Tim Cook," kata Trump.

Dalam pernyataannya, dia menekankan niatnya untuk tidak memberikan beban yang terlalu berat pada Apple dalam persaingan global.

Apa Dampak dari Pengecualian Tarif Ini?

Meskipun iPhone berhasil lolos dari tarif, ketidakpastian masih membayangi.

Beberapa analis memperingatkan bahwa jika tarif dikenakan pada produk Apple di masa depan, harga jual iPhone bisa melonjak antara 100 hingga 200 dollar per unit.

Kenaikan harga ini tentunya dapat memengaruhi daya beli konsumen yang menjadi salah satu target pasar utama Apple.

Seberapa Bergantungnya Apple pada Tiongkok?

Apple memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap Tiongkok, baik sebagai negara tempat perakitan maupun sebagai pasar yang luas.

Sekitar 20 persen pendapatan Apple berasal dari penjualan di Tiongkok, dan sebagian besar produksi iPhone dilakukan oleh perusahaan mitra seperti Foxconn yang beroperasi di negara tersebut.

Ketergantungan ini membuat Apple harus berpikir strategis mengenai langkah selanjutnya.

Apakah Apple Perlu Memindahkan Produksinya?

Untuk menghindari dampak lebih lanjut dari kebijakan tarif yang mungkin diberlakukan di masa mendatang, Apple harus mempertimbangkan opsi untuk memindahkan sebagian produksinya ke negara lain seperti India atau Vietnam.

Namun, pemindahan ini bukanlah perkara mudah;

biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transisi dari Tiongkok sangat besar.

Apa Usaha yang Dilakukan Tim Cook?

CEO Apple, Tim Cook, diketahui telah melakukan lobi intensif dengan Gedung Putih untuk melindungi Apple dari kebijakan tarif yang merugikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved