Konflik Palestina Vs Israel
Hamas Skeptis Perang di Gaza Segera Berakhir Meski Israel Setuju Usulan Gencatan Senjata AS
Hamas meragukan perang di Gaza akan segera berakhir meskipun Israel menyetujui usulan gencatan senjata selama 60 hari yang ditawarkan oleh AS.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
Menteri Keuangan Israel yang berhaluan kanan ekstrem, Bezalel Smotrich mengatakan bahwa dirinya akan tetap berada di pemerintahan Netanyahu.
"Saya tetap berada di pemerintahan untuk memastikan bahwa kita kembali berperang sampai tujuan perang sepenuhnya terwujud, terutama penghancuran Hamas dan pembebasan para sandera," kata Smotrich kepada Radio 103.
"Begitu saya menyadari bahwa negara Israel tidak akan meraih kemenangan di Jalur Gaza dan akan menyerah dan tunduk kepada Hamas, saya tidak hanya akan meninggalkan pemerintahan, saya akan menggulingkannya secepat mungkin. Saya telah mengatakan ini berkali-kali," tegasnya.
Menteri sayap kanan lainnya, Itamar Ben Gvir, mengatakan bahwa sudah waktunya untuk menggunakan "kekuatan penuh" di Gaza, setelah Hamas mengatakan proposal gencatan senjata baru yang didukung AS gagal memenuhi tuntutannya.
"Tuan Perdana Menteri, setelah Hamas menolak lagi usulan kesepakatan itu – tidak ada lagi alasan," kata menteri keamanan nasional di saluran Telegramnya.
"Kebingungan, perombakan, dan kelemahan harus diakhiri. Kita telah kehilangan terlalu banyak peluang. Sudah waktunya untuk maju dengan kekuatan penuh, tanpa ragu, untuk menghancurkan, dan membunuh Hamas sampai tuntas," lanjutnya.
Hamas belum memberikan tanggapan akhir dan mengatakan ingin mempelajari proposal tersebut lebih dekat sebelum memberikan jawaban resmi, “dengan semua tanggung jawab nasional”.
Hadapi Tekanan yang Meningkat
Israel saat ini berada di bawah tekanan internasional yang meningkat, dengan banyak negara Eropa yang biasanya enggan mengkritiknya secara terbuka, namun menuntut diakhirinya perang dan upaya bantuan besar-besaran.
Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa Washington hampir "mengirimkan lembar persyaratan baru" tentang gencatan senjata oleh kedua belah pihak dalam konflik tersebut.
Baca juga: Hamas Masih Meninjau Proposal Gencatan Senjata, Tawaran AS Tidak Menjamin Diakhirinya Perang
"Saya punya firasat baik tentang tercapainya resolusi jangka panjang, gencatan senjata sementara, dan resolusi jangka panjang, resolusi damai, dari konflik itu," kata Witkoff, dikutip dari Reuters.
Gencatan senjata 60 hari, menurut rencana, dapat diperpanjang jika negosiasi untuk gencatan senjata permanen tidak diselesaikan dalam jangka waktu yang ditetapkan.
Sementara pada minggu lalu, para pemimpin Inggris, Prancis, dan Kanada mengancam akan mengambil "tindakan konkret," termasuk sanksi yang ditargetkan.
Tindakan itu akan dilakukan mereka jika Israel tidak menghentikan serangan militernya yang baru dan terus memblokir masuknya bantuan ke Gaza.
Dikutip dari CNN, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran yang meliputi sebagian besar wilayah Gaza utara dan timur pada Kamis malam, dengan arahan baru bagi penduduk di lima wilayah utama.
Perintah ini, dikombinasikan dengan evakuasi paksa lainnya dari sebagian besar wilayah Gaza selatan yang dikeluarkan awal minggu ini, tampaknya dirancang untuk memindahkan warga Palestina ke wilayah yang semakin menyempit di sepanjang pantai.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.