Konflik Iran Vs Israel
Amerika Serikat Mengaku Tidak Terlibat dalam Serangan Israel ke Iran, Benarkah?
Benarkah Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan Israel terhadap Iran? Ini kata pakar dan pengamat.
TRIBUNNEWS.COM – Israel melancarkan gelombang serangan besar-besaran ke Iran pada Kamis (12/6/2025) malam, mengebom lokasi nuklir dan rudal, menargetkan para pemimpin militer serta ilmuwan nuklir, dan melakukan operasi sabotase terhadap fasilitas rudal dan pertahanan udara.
Komandan Korps Garda Revolusi Islam, Jenderal Hossein Salami, termasuk di antara korban tewas, sebagaimana dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran.
Media pemerintah juga melaporkan kematian dua ilmuwan nuklir terkemuka dan seorang jenderal senior lainnya, serta menayangkan gambar asap mengepul dari bangunan permukiman.
Sementara itu, Amerika Serikat menyatakan tidak terlibat dalam serangan tersebut.
“Malam ini, Israel mengambil tindakan sepihak terhadap Iran,” kata Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam pernyataan yang dikutip oleh Axios.
“Kami tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran, dan prioritas utama kami adalah melindungi pasukan Amerika di kawasan tersebut.”
“Israel memberi tahu kami bahwa mereka menganggap tindakan ini perlu untuk membela diri.”
“Presiden Trump dan pemerintah telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi pasukan kami dan tetap menjalin komunikasi erat dengan mitra regional.”
“Izinkan saya tegaskan: Iran tidak boleh menargetkan kepentingan atau personel AS.”
Namun, benarkah AS benar-benar tidak ikut campur?
Menurut analis Al Jazeera, Alan Fisher, meski AS tidak mengaku terlibat dalam serangan tersebut, mereka kemungkinan sudah mengetahui serangan itu akan terjadi.
Baca juga: Tak Hanya Serang Puluhan Target di Iran, Israel Lewat Mossad Ternyata Gelar Operasi Sabotase Rahasia
Beberapa jam sebelum serangan, AS mengumumkan pemindahan personel non-esensial dari Kedutaan Besar di Baghdad.
Personel di kedutaan lain di kawasan juga disarankan untuk meninggalkan pos mereka jika memungkinkan.
Tindakan tersebut, menurut Fisher, menjadi sinyal bahwa sesuatu akan segera terjadi.
Media berbasis New York, Newsweek, juga sempat menerbitkan artikel tentang tanda-tanda bahwa konflik Israel-Iran akan memanas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-T1rump-mengumumkan-larangan-dan-pembatasan.jpg)