Kamis, 4 Juni 2026

Konflik Iran Vs Israel

Amerika Serikat Mengaku Tidak Terlibat dalam Serangan Israel ke Iran, Benarkah?

Benarkah Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan Israel terhadap Iran? Ini kata pakar dan pengamat.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Tangkap layar YouTube The White House
ISRAEL SERANG IRAN - Tangkap layar YouTube The White House pada 5 Juni 2025, memperlihatkan saat Donald Trump mengumumkan larangan dan pembatasan perjalanan terhadap sejumlah negara. Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 12 Juni 2025, AS mengaku tidak terlibat, benarkah? 

Dalam artikel berjudul "Five Signs War With Iran Could Be Imminent" itu, disebutkan bahwa Israel berada dalam siaga tinggi.

Pejabat militer Israel dikabarkan telah menyusun rencana darurat untuk serangan presisi terhadap fasilitas nuklir Iran, dan tengah berkoordinasi intelijen dengan mitra Amerika Serikat.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga meningkatkan kesiapan sistem pertahanan udara dan rudal.

Latihan angkatan udara Israel baru-baru ini, termasuk simulasi serangan F-15 dan F-35, serta pengisian bahan bakar udara oleh Boeing 707, disebut mensimulasikan misi jarak jauh terhadap Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menegaskan bahwa seluruh program nuklir Iran harus dihentikan, mengisyaratkan bahwa opsi militer tetap terbuka jika jalur diplomasi gagal.

Sementara itu, AS juga tampak bersiap menghadapi potensi eskalasi, memperkuat asumsi bahwa mereka mengetahui rencana serangan.

Departemen Luar Negeri AS memerintahkan evakuasi personel non-esensial dari misi diplomatik di Irak, Kuwait, dan Bahrain, tindakan yang biasanya diambil saat ada ancaman besar yang akan terjadi.

Bahkan citra satelit menunjukkan penumpukan kekuatan militer AS di pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia, termasuk pesawat pengebom B-52 dan jet tempur F-15, yang menempatkan pasukan AS dalam jangkauan respons cepat terhadap Iran dan kelompok proksinya.

Pakar: Serangan Israel Dilakukan dengan Persetujuan AS

Ali Dareini, peneliti di Pusat Studi Strategis Teheran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan Israel adalah deklarasi perang yang kemungkinan besar dilakukan dengan restu Amerika Serikat.

“Ini adalah deklarasi perang, dan akan ada konsekuensi mengerikan. Tidak mungkin Iran tidak merespons agresi ini,” ujarnya.

Baca juga: Selain Membunuh Komandan IRGC Hossein Salami, Israel Juga Membunuh Ilmuwan Nuklir Iran

“Lihat saja apa yang terjadi beberapa jam sebelum serangan.”

“AS mengevakuasi staf kedutaannya dari Irak dan tempat lain di Timur Tengah.”

“Presiden Trump bahkan sempat berbicara soal kemungkinan serangan terhadap Iran beberapa jam sebelumnya. Apa maknanya?”

“Amerika sudah mengetahui terlebih dahulu. Mereka telah diberitahu, dan sangat mungkin serangan ini dikoordinasikan dengan Amerika.”

“Kita tidak boleh melihat serangan ini sebagai tindakan sepihak, tetapi bagian dari rencana regional yang lebih luas yang dapat menyeret Timur Tengah ke dalam eskalasi yang tidak dapat diprediksi,” tambahnya.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved