Konflik Iran Vs Israel
Peluang Rusia Kerahkan Kekuatan Militer Bantu Iran Melawan Israel
Rusia memainkan peran strategis dalam konflik Iran versus Israel yang kini menjelma menjadi perang terbuka sejak empat hari lalu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rusia memainkan peran strategis dalam konflik Iran versus Israel yang kini menjelma menjadi perang terbuka sejak empat hari lalu.
Di mana posisi Rusia, apakah akan memihak Iran atau memihak Israel yang jelas-jelas diback up Amerika Serikat dan Inggris, menjadi menarik ditanyakan.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia depan sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada Jumat (13/6/2025) lalu menegaskan sikap Rusia terhadap serangan militer Israel ke Iran.
Rusia menilai serangan Israel ke Iran sebagai penghinaan terhadap hukum, norma, kesepakatan, aturan dan apapun yang didasarkan pada interaksi beradab antar negara.
Rusia juga memandang tindakan-tindakan Israel tersebut ditujukan untuk merusak berbagai upaya negosiasi yang sedang berlangsung untuk menurunkan ketegangan terkait program nuklir Iran yang aman.
Rusia juga menilai Israel bukanlah satu-satunya pihak yang harus bertanggungjawab atas serangan itu. Sekutu-sekutu Israel seperti AS dan Inggris juga dinilai harus bertanggung jawab.
Sekutu-sekutu Israel seperti Amerika Serikat (AS) secara terbuka juga telah menyatakan serangan Israel ke Iran adalah upaya untuk membela diri.
Di depan sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada Jumat (13/6/2025), AS menyatakan militernya tidak terlibat dalam serangan tersebut meski telah dikabari lebih dulu soal serangan itu.
Di satu sisi, Iran dan Israel belum berhenti saling menyerang hingga hari ketiga operasi Rising Lion yang dilancarkan militer Israel ke Iran pada Jumat (13/6/2025) dini hari lalu.
Akankah Rusia akan turun tangan untuk memberikan dukungan militer bagi Iran melawan Israel?
Asisten Profesor di Institut Hubungan Internasional Negeri Moskow Nikolay Surkov meyakini hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Nikolay memandang meski Rusia dan Iran memiliki kerja sama politik yang serius, namun kerja sama tersebut lebih kepada bidang ekonomi, dan bukan urusan militer.
Selain itu, menurutnya saat ini Rusia tengah berupaya meningkatkan hubungan dengan Barat khususnya dengan AS.
Juga, menurutnya, Rusia tidak mau merusak hubungannya dengan Israel. Bahkan ketika Israel mengirimkan sistem rudal patriot ke Ukraina, Rusia sangat berhati-hati untuk mengkritiknya.
Baca juga: Sidang Darurat DK PBB Tegang, Rusia Sebut Inggris Terlibat Dalam Serangan Israel Ke Iran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Nikolay-Surkov-OK.jpg)