Konflik Iran Vs Israel
Trump Tolak Keinginan Netanyahu Bunuh Pemimpin Iran Ayatollah Khamenei
Donald Trump menolak keinginan Presiden Israel Benjamin Netanyahu membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dikutip Aljazeera mengatakan respons Iran akan berhenti ketika Israel menghentikan serangannya terhadap Iran.
Iran mengatakan sedikitnya 224 orang telah tewas sejak Israel melancarkan serangan. Di Israel, sedikitnya 13 orang dinyatakan tewas.
Baca juga: Serangan Siber ke Israel Meroket 700 Persen Sejak Agresi ke Iran, Sistem Peringatan Dini Rusak
Israel dan Iran telah terlibat dalam baku tembak sengit selama tiga hari berturut-turut.
Menurut layanan darurat Israel Magen David Adom, serangan Iran telah menewaskan sedikitnya sepuluh orang, sehingga jumlah korban tewas menjadi 13 orang.
Data lain menyebutkan, serangan Israel telah menyebabkan sedikitnya 406 kematian dan 654 luka-luka di Iran, mengutip keterangan kelompok Aktivis Hak Asasi Manusia.
Namun Pemerintah Iran belum merilis angka korban resmi.
Mengutip Tehran Times, serangan menargetkan sedikitnya lima jenderal IRGC dan sembilan ilmuwan di rumah mereka, menewaskan mereka bersama puluhan warga sipil yang sedang tidur di gedung yang sama.
Iran yakin pembunuhan ini akan "memenggal" pimpinan militer Iran, mencegah pembalasan—atau setidaknya menundanya untuk masa mendatang.
Para ilmuwan tersebut dibunuh untuk memastikan bahwa, setelah Israel menghancurkan fasilitas nuklir Iran, negara tersebut tidak dapat segera membangun kembali programnya. Namun, tidak satu pun prediksi rezim tersebut menjadi kenyataan.
Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dengan cepat menggantikan para jenderal yang gugur.
Dalam pesan video ia meyakinkan rakyat Iran bahwa angkatan bersenjata akan membuat rezim "tak berdaya."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-AS-Donald-Trump-Kembali-Salahkan-Zelensky-soal-Perang-Rusia-Ukraina.jpg)