Konflik Iran Vs Israel
Kekuatan Rudal Iran Tak Terbendung, Lumpuhkan Kilang Minyak Israel di Haifa
Dalam serangan presisi yang mengguncang Teluk Haifa, Iran sukses melumpuhkan salah satu infrastruktur energi paling vital milik Israel, kilang minyak.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Bobby Wiratama
TRIBUNNEWS.COM - Iran kembali melancarkan serangan balasan terhadap Israel.
Dalam sebuah serangan presisi yang mengguncang Teluk Haifa, Iran sukses melumpuhkan salah satu infrastruktur energi paling vital milik Israel, kilang minyak milik Bazan Group.
Serangan ini tidak hanya melumpuhkan pasokan energi, tapi juga menewaskan tiga pekerja dan menciptakan kekacauan di jantung industri minyak Zionis.
Pada Senin (16/6/2025), Bazan Group yang berbasis di Haifa mengumumkan bahwa seluruh fasilitas kilangnya terpaksa ditutup setelah pembangkit listrik internal mereka mengalami kerusakan besar akibat hantaman rudal Iran.
“Akibat kerusakan pada fasilitas tersebut, pembangkit listrik mengalami kerusakan yang signifikan, dan karenanya semua fasilitas kilang dan perusahaan anak ditutup,” ungkap Bazan dalam laporan resmi kepada Bursa Efek Tel Aviv, dikutip dari The Times of Israel.
Serangan Pertama Langsung Mengenai Titik Vital
Fasilitas yang dihantam dikenal luas karena menara pendinginnya yang menjulang tinggi dan selama ini menjadi simbol industri energi Israel.
Situs ini telah lama disebut sebagai target utama oleh musuh-musuh Israel, termasuk Hizbullah dan Iran.
Namun baru kali ini benar-benar terkena serangan langsung.
Rudal balistik yang menghantam kilang ini terjadi pada dini hari, sekitar pukul 04.00 waktu setempat.
Dampaknya begitu besar hingga menyebabkan kebakaran hebat yang belum juga berhasil dikendalikan hingga Senin sore.
Baca juga: Hipokrit Israel: Serang Iran Buat Cegah Perang Nuklir, tapi Bombardir Gaza Setara 6 Bom Hiroshima
Api yang menyala hebat memperparah proses evakuasi, membuat tim penyelamat berjuang selama berjam-jam di tengah suhu panas ekstrem dan puing-puing bangunan.
Tiga karyawan Bazan menjadi korban jiwa.
Salah satunya adalah Dani Avraham (59) dari Kiryat Motzkin, seorang pekerja senior di industri energi yang telah mendedikasikan hidupnya selama lebih dari 30 tahun.
Dua korban lainnya juga diketahui berasal dari wilayah Haifa dan Krayot.
Menurut laporan, mereka sempat berkomunikasi dengan tim penyelamat sebelum akhirnya kontak terputus.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.