Konflik Iran Vs Israel
Fasilitas Nuklir Arak di Iran Diserang Israel, Iran Balas dengan Rudal, Bantah Serang RS Soroka
Israel menyerang reaktor Arak Iran, picu serangan balasan rudal ke Israel. Rumah sakit utama hancur, puluhan korban sipil berjatuhan.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Febri Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM - Konflik Iran-Israel memasuki fase paling mematikan sejak dimulai sepekan lalu.
Pada Kamis (19/6/2025) dini hari pasukan Israel melancarkan serangan terhadap reaktor air berat Arak di Iran barat.
Fasilitas tersebut telah lama dicurigai sebagai lokasi produksi plutonium untuk program senjata nuklir Teheran.
Serangan Israel Targetkan Fasilitas Nuklir
Menurut TV pemerintah Iran yang dikutip Tasnim News dan laporan AP, serangan udara Israel menghantam area Arak dan juga fasilitas nuklir Natanz.
Iran mengklaim bahwa tidak ada kebocoran radiasi karena lokasi telah dievakuasi sebelumnya.
Israel belum secara terbuka mengonfirmasi serangan tersebut.
Pejabat keamanan mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa tujuan utamanya adalah menghambat kemampuan nuklir Iran secara permanen, termasuk melalui “penghancuran total fasilitas-fasilitas utama”.
Serangan ini merupakan kelanjutan dari Operasi Rising Lion yang dimulai sejak 13 Juni 2025.
Dalam operasi tersebut, sejumlah fasilitas nuklir, gudang drone, dan pos militer IRGC dihantam di berbagai wilayah Iran.
RS Soroka rusak
Baca juga: AS Mungkin Tak Langsung Serang Iran Tapi Beri Israel Bom Penghancur Nuklir Iran di Dalam Bunker
Sebagai respons, Iran meluncurkan puluhan rudal balistik ke berbagai kota besar Israel, termasuk Be’er Sheva, Tel Aviv, Ramat Gan, dan Holon, seperti dilaporkan Al Jazeera dan The Guardian.
Salah satu rudal diklaim menghantam Soroka Medical Center di Be’er Sheva, merusak sebagian besar gedung dan menyebabkan puluhan korban luka, termasuk tenaga medis.
RS Soroka dikenal sebagai RS yang merawat para tentara Israel yang terluka akibat perang di Gaza.
Namun, dikutip dari Tehran Times, narasumber di Iran menegaskan bahwa RS itu bukanlah sasaran serangan.
RS itu berada di antara markas utama intelijen IDF dan fasilitas komando sentral. Media Iran mengatakan RS itu terkena shockwave dari ledakan di dekatnya, tetapi tidak dihantam secara langsung.
Menurut Associated Press, sedikitnya 24 orang tewas di Israel akibat serangan Iran.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.