Konflik Iran Vs Israel
Perang Israel-Iran Berimbas ke Indonesia, CILT Ingatkan Jaga Hubungan dengan Negara Asia Pasifik
Dampak yang ditimbulkan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah itu berimbas pada kenaikan biaya logistik hingga perubahan rute pelayaran kargo.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Chartered Institute of Logistics and Transport (CILT) Indonesia, Iman Gandi Mihardja, mengungkapkan, perang perang yang terjadi antara Israel dan Iran turut berdampak pada Indonesia.
Dampak yang ditimbulkan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah itu berimbas pada kenaikan biaya logistik hingga perubahan rute pelayaran kargo.
Terkait kenaikan harga logistik, Iman mengatakan hal tersebut bisa berpotensi menurunkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
"Tentunya yang akan berdampak kepada kita adalah, pertama tadi adanya kapasitas dan harga yang naik, karena adanya situasi geopolitik."
"Nah ini akan menurunkan nilai kompetitif daripada produknya kita," kata Iman dalam FGD Road to Asean Ports and Logistics 2025 di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (18/6/2025).
Kendati demikian, menurut Iman, dari segi operasional dan permintaan, logistik dalam negeri masih tergolong stabil.
Namun, Iman tetap mengingatkan mengenai pentingnya menjaga hubungan dagang negara-negara Asia Pasifik.
"Karena sampai hari ini kan Asia Pasifik masih relatif aman, nggak ada isu apapun kan. Nah saya pikir beberapa negara penting di Asia Pasifik itu harus menjadi tujuan daripada Indonesia," sambungnya.
Untuk saat ini, kata Iman, Indonesia masih cukup aman melalui masa-masa ketidakpastian geopolitik tersebut.
Rute Pelayaran Kargo Jadi Tantangan Utama
Lebih lanjut, Iman mengatakan, perubahan rute pelayaran kargo yang menjadi tantangan utama bagi Indonesia.
Pasalnya, penerbangan kargo di kawasan Timur Tengah mulai dikurangi akibat konflik bersenjata.
Baca juga: Pertama Kalinya Iran Pakai Rudal Sejjil Dua Tahap untuk Serang Israel, IRGC: Gerbang Neraka Terbuka
Selain itu, pengiriman barang melalui jalur laut juga ikut terdampak sejak hampir setahun terakhir.
Rute pengiriman yang sebelumnya melewati Terusan Suez kini dialihkan ke jalur bawah Afrika Selatan.
Akibatnya, waktu pengiriman pun menjadi lebih lama.
"Sudah ada dia deviasi tuh dari lewat Terusan Suez, sekarang lewatnya lewat South Africa tuh ke bawah gitu."
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.