Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Spesifikasi Drone Hermes 900, Aset Strategis Israel yang Jadi Rongsokan setelah Ditembak Iran

Spesifikasi drone canggih Israel, Hermes 900 yang berubah jadi rongsokan usai di tembak jatuh Iran dalam operasi yang di gelar di wilayah Isfahan

Tangkapan layar IRBN
HERMES 900. Gambar merupakan tangkap layar dari IRBN, Kamis (19/6/2025) menunjukkan bangkai pesawat nirawak Hermes 900. Iran merilis video penembakan jatuh drone tempur Hermes 900 milik Israel. Berikut spesifikasi drone canggih Israel, Hermes 900 yang berubah jadi rongsokan usai di tembak jatuh Iran dalam operasi yang di gelar di wilayah Isfahan 

Hermes 900 merupakan penerus seri Hermes 450, dengan kemampuan yang jauh lebih besar baik dari sisi daya jelajah, muatan, maupun kecanggihan sistem misinya.

Adapun saat ini Hermes 900 yang memiliki panjang ±8,3 meter dengan berat 1.180 kg dikembangkan untuk misi pengintaian strategis, pengawasan, serta dukungan tempur.

Menariknya drone ini mampu dikendalikan melalui jalur komunikasi Line-of-Sight (LOS) dan Beyond-Line-of-Sight (BLOS) lewat satelit, memungkinkan operasi lintas batas dan jarak jauh dari pangkalan kendali.

Melansir dari laman resmi Elbit, Hermes 900 dilengkapi dengan sistem elektro-optik/inframerah (EO/IR), kamera resolusi tinggi, dan sensor siang-malam.

Hal itu menjadikannya sebagai mata langit dalam mendeteksi pergerakan musuh dan kondisi medan tempur secara real-time.

Hadirnya radar permukaan dan AIS (Automatic Identification System), memungkinkan drone ini digunakan untuk mendeteksi kapal musuh, penyelundupan, dan pengawasan perairan strategis.

Tak hanya itu, beberapa unit Hermes 900 dapat dilengkapi dengan senjata ringan seperti bom berpemandu atau rudal mikro (misalnya Mikholit), memungkinkan misi serang presisi terhadap target taktis.

Versi khusus Hermes 900 dapat membawa perangkat SIGINT, COMINT, dan ELINT untuk misi penyadapan sinyal komunikasi serta gangguan (jamming) elektronik terhadap sistem musuh.

Selain misi militer, Hermes 900 digunakan untuk misi sipil seperti pencarian dan penyelamatan (SAR), pemantauan bencana alam, serta pengawasan wilayah perbatasan oleh negara-negara pengguna seperti Swiss, Brasil, dan Kanada. 

(Tribunnews.com / Namira)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan