Konflik Iran Vs Israel
Iran Skeptis, Sulit Percaya AS Lagi setelah Israel Mulai Perang, sebut Negosiasi Nuklir Cuma 'Kedok'
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan Iran skeptis, sulit percaya lagi dengan AS setelah sekutu AS, Israel, mulai menyerang Iran.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan Iran sulit untuk mempercayai Amerika Serikat (AS) lagi setelah sekutu AS, Israel, meluncurkan serangan terhadap Iran.
"Iran tidak yakin untuk mempercayai Amerika Serikat dalam perundingan damai," katanya dalam wawancara dengan NBC News setelah pertemuan dengan diplomat Eropa di Jenewa, Swiss, pada hari Jumat (20/6/2025).
Pernyataannya mengisyaratkan negosiasi program nuklir yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump merupakan "kedok" untuk serangan Israel terhadap negaranya.
Abbas Araghchi mengatakan AS melakukan pengkhianatan terhadap diplomasi tersebut, seraya menambahkan bahwa AS harus menunjukkan niatnya untuk melanjutkan diplomasi dengan Iran.
“Kami telah sampai pada kesimpulan bahwa negosiasi yang dilakukan AS sebenarnya adalah kedok atas apa yang dilakukan Israel,” katanya.
"Pejabat AS harus menunjukkan tekad mereka untuk merundingkan solusi," tambahnya.
“Kami tidak tahu bagaimana kami bisa mempercayai mereka (AS) lagi,” jelasnya, seperti diberitakan CNN.
Ia juga menanggapi pertanyaan mengenai pernyataan Trump akhir-akhir ini yang memberikan tenggat waktu dua minggu bagi Iran untuk melakukan pembicaraan dengan AS.
"Terserah kepada pemerintahan Trump untuk menunjukkan tekad mereka dalam mencari solusi yang dinegosiasikan," katanya.
Ia mengatakan AS sebenarnya tidak berniat untuk melakukan negosiasi dengan Iran.
Sebelumnya pada hari Jumat, Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump memberikan waktu selama dua minggu bagi Iran.
Baca juga: 2 Minggu Lagi, Trump Akan Buat Keputusan Apakah AS Ikut Perang Israel-Iran atau Negosiasi
"Berdasarkan fakta bahwa ada kemungkinan besar negosiasi yang mungkin terjadi atau tidak dengan Iran dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan apakah akan melakukannya dalam dua minggu ke depan atau tidak," katanya dalam konferensi pers pada hari Jumat.
Setelah bertemu dengan para pejabat Eropa, Abbas Araghchi tiba di Turki pada Jumat malam, menjelang pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam yang beranggotakan 57 negara pada hari Sabtu (21/6/2025), yang mewakili suara kolektif dunia Muslim.
Berbicara kepada media Iran di Istanbul, Abbas Araghchi mengatakan dia akan memanfaatkan kesempatan ini sepenuhnya untuk menyampaikan suara rakyat Iran.
Menteri tersebut mengatakan, ia juga berencana bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pejabat lainnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.