Konflik Iran Vs Israel
Iran Skeptis, Sulit Percaya AS Lagi setelah Israel Mulai Perang, sebut Negosiasi Nuklir Cuma 'Kedok'
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan Iran skeptis, sulit percaya lagi dengan AS setelah sekutu AS, Israel, mulai menyerang Iran.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Sebelumnya, Donald Trump yang kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, mengirim surat diplomatik kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada bulan Maret.
Surat tersebut berisi tawaran untuk pembicaraan langsung mengenai negosiasi pembatasan program nuklir.
Trump memberikan waktu dua bulan untuk Iran agar menyetujui persyaratan dari AS.
Putaran pertama negosiasi berlangsung pada 12 April 2025 di Muscat, Oman, dan dilanjutkan pada 19 April 2025 di Roma, Italia, serta pertemuan ketiga pada 26 April 2025 di Muscat, Oman.
Namun, di tengah proses diskusi tersebut, sekutu AS, Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada 13 Juni 2025, membuat Iran membekukan negosiasi apa pun.
Segera setelah serangan itu, Iran meluncurkan serangan balasan kurang dari 24 jam.
Sementara itu, Trump bergegas memberikan pernyataan bahwa AS tidak terlibat dalam serangan Israel terhadap Iran.
Jumlah korban jiwa dalam serangan Israel terhadap Iran meningkat menjadi 639 dan melukai lebih dari 1.329 lainnya, menurut laporan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia, dikutip dari Anadolu Agency.
Israel melaporkan 25 orang tewas dan lebih dari 800 orang terluka dalam serangan balasan Iran, data terakhir yang dipublikasikan otoritas Israel, menurut laporan AFP.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.