Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

IAEA Laporkan Dampak Radiasi Situs Nuklir Iran Usai Dibombardir AS

Trump berdalih penyerangan ini sebagai bentuk pencegahan dan menyerukan agar semua pihak mendorong terciptanya perdamaian.

Maxar Technologies/Reuters via Sky News
FASILITAS PENGAYAAN URANIUM FORDOW - Citra satelit menunjukkan fasilitas nuklir Fordow di Iran yang dibom oleh militer Amerika Serikat, Sabtu malam, 21 Juni 2025. Fasilitas ini berada 80-90 meter di bawah tanah yang dibangun Iran di 2006 dan resmi beroperasi di 2009. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) memastikan tidak ada peningkatan radiasi di luar lokasi situs nuklir Iran usai serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas utama milik Teheran.

Badan pengawas nuklir PBB, International Atomic Energy Agency (IAEA), menegaskan bahwa kondisi radiasi di sekitar situs nuklir Iran tetap normal usai bombardir militer AS. Hal ini disampaikan melalui akun resmi @iaeaorg di platform X pada Minggu (22/6/2025).

“IAEA dapat mengonfirmasi bahwa tidak ada peningkatan tingkat radiasi di luar lokasi yang dilaporkan hingga saat ini,” tulis pernyataan resmi IAEA.

Konfirmasi ini menanggapi serangan udara Amerika Serikat ke sejumlah situs nuklir strategis Iran pada Sabtu (21/6/2025).

Presiden AS Donald Trump mengklaim operasi tersebut sebagai "serangan yang sangat berhasil", dengan target utama di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

“Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat berhasil terhadap tiga situs nuklir di Iran... Semua pesawat kini dalam perjalanan pulang dengan selamat,” ujar Trump lewat unggahan di Truth Social.

“Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat berhasil terhadap tiga situs nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran. Muatan penuh BOM dijatuhkan di situs utama, Fordow. Semua pesawat kini dalam perjalanan pulang dengan selamat." 

Trump menambahkan bahwa muatan penuh bom dijatuhkan terutama di Fordow, situs nuklir bawah tanah yang selama ini dijaga ketat oleh Iran.

Trump berdalih penyerangan ini sebagai bentuk pencegahan dan menyerukan agar semua pihak mendorong terciptanya perdamaian.

“SEKARANG ADALAH WAKTUNYA UNTUK DAMAI!”.

Baca juga: Countdown 3 Menit: Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Sasaran Empuk Rudal Balasan Iran

Sementara itu, kekhawatiran akan dampak lingkungan dan potensi krisis radiasi sempat mencuat menyusul pernyataan resmi Iran yang mengonfirmasi terjadinya serangan. Namun IAEA memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada sinyal bahaya terkait kebocoran atau kontaminasi radiasi.

Serangan ini diyakini sebagai kelanjutan dari meningkatnya tensi geopolitik pasca-eskalasi konflik Israel dan Iran sejak akhir 2023. Fordow, Natanz, dan Isfahan dikenal sebagai pusat pengayaan uranium dan produksi komponen sensitif dalam program nuklir Iran.

Situasi terbaru ini menambah ketegangan global terkait ancaman proliferasi senjata nuklir dan upaya pengawasan internasional atas program nuklir Iran, yang selama ini telah menjadi fokus diplomasi multilateral.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan