Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Menteri Pertahanan AS Sebut Operasi Midnight Hammer Butuh Perencanaan Berbulan-bulan

Menteri Pertahanan Amerika Serikat menyebut serangan terhadap fasilitas nuklir Iran memakan waktu berbulan-bulan untuk persiapannya.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Tangkap layar YouTube Fox News
AMERIKA SERANG IRAN - Tangkap layar YouTube Fox News memperlihatkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengadakan konferensi pers di Pentagon setelah AS melancarkan serangan terhadap tiga lokasi nuklir Iran, Minggu (22/6/2025). Hegseth menyebut serangan terhadap Iran memakan waktu berbulan-bulan untuk persiapannya. 

“Penilaian awal menunjukkan bahwa ketiga lokasi mengalami kerusakan dan kehancuran yang sangat signifikan.”

“Saya pikir PDA (penilaian kerusakan awal) masih tertunda, dan terlalu dini bagi saya untuk menyatakan apa saja yang mungkin masih tersisa di sana,” lanjutnya.

Caine juga menolak menjelaskan secara spesifik langkah-langkah yang telah diambil untuk melindungi pasukan AS di Timur Tengah dari kemungkinan pembalasan Iran.

“Pasukan gabungan kami tetap siap untuk membela Amerika Serikat – pasukan kami dan kepentingan kami di kawasan ini,” tegasnya.
 
Masih Berharap pada Jalur Diplomasi

Dalam kesempatan yang sama, Hegseth menyampaikan harapannya agar Iran bersedia kembali ke meja perundingan.

“Saya hanya bisa mengonfirmasi bahwa pesan, baik publik maupun pribadi, telah disampaikan kepada Iran melalui berbagai saluran, memberikan mereka setiap kesempatan untuk kembali ke jalur diplomatik,” katanya.

AS dan Iran diketahui sedang berada dalam tahap perundingan nuklir sebelum Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran sekitar satu minggu lalu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir negaranya.

Araghchi menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran serius dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap hukum internasional.

Baca juga: Ancaman Serangan Balasan Iran Bikin Negara Arab Ketar-ketir, Armada ke-5 AS di Bahrain Jadi Target

Ia juga menuduh pemerintahan Trump telah berkolusi dengan Israel untuk melanggar kedaulatan Iran.

“Teheran akan mempertahankan wilayahnya dengan segala cara yang diperlukan,” tegas Araghchi.

Saat ini, Araghchi dilaporkan berangkat ke Moskow, Rusia, untuk berkonsultasi dengan Presiden Vladimir Putin terkait serangan tersebut.
 
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan