Senin, 1 September 2025

Konflik Iran Vs Israel

Ancaman Serangan Balasan Iran Bikin Negara Arab Ketar-ketir, Armada ke-5 AS di Bahrain Jadi Target

Negara-negara tetangga Iran di Arab, termasuk Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Oman, ketar-ketir menanti respons Teheran

HandOut/IST
SERANGAN BALASAN IRAN - Rudal Iran. Pemerintah Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Oman meminta Iran menahan diri dan memperingatkan Teheran tentang implikasi yang menghancurkan bagi wilayah itu.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Negara-negara tetangga Iran di Arab, termasuk Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Oman, ketar-ketir menanti respons Teheran, setelah Amerika Serikat menyerang negara tersebut, Minggu (22/6/2025).

Keempat negara tersebut menjadi "rumah" bagi Pangkalan Militer AS di kawasan Timur Tengah.

Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Oman meminta Iran menahan diri dan memperingatkan Teheran tentang implikasi yang menghancurkan bagi wilayah itu. 

Arab Saudi cs yang berupaya menjadi penengah antara AS dan Iran, khawatir tentang potensi perang habis-habisan dan dampaknya terhadap ekonomi dan keamanan mereka.

Kawasan Timur Tengah kini dalam keadaan siaga tinggi, dengan orang-orang menimbun persediaan dan maskapai penerbangan menghentikan penerbangan, karena Iran mempertimbangkan pilihannya untuk membalas dendam terhadap AS.

Seperti diberitakan, Amerika Serikat telah mengambil tindakan militer langsung dalam perang Israel dengan Iran. 

Pada tanggal 22 Juni, Presiden Donald Trump memerintahkan serangan udara terhadap tiga lokasi nuklir Iran yang dibentengi—Fordow, Natanz, dan Isfahan—menandai serangan pertama terhadap infrastruktur nuklir Iran oleh AS dalam beberapa dekade.

Serangan tersebut menyusul serangan awal Israel ke Iran pada tanggal 13 Juni lalu.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Trump mengklaim bahwa ia telah "menghancurkan sepenuhnya" program nuklir Iran.

Iran segera menanggapi. "Amerika harus tahu bahwa setiap intervensi militer AS niscaya akan disertai dengan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki," kata Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

"AS yang terlibat dalam masalah ini [perang] 100 persen akan merugikan dirinya sendiri. Kerusakan yang akan dideritanya akan jauh lebih besar daripada kerugian apa pun yang mungkin dialami Iran." 

Pembalasan Iran

Teheran kini secara terbuka mengancam akan membalas, dengan menyebut pasukan AS di seluruh Teluk sebagai target. Setidaknya 19 lokasi diyakini berada dalam pandangan Iran.

Ini termasuk pangkalan militer di Bahrain, Irak, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, UEA, Yordania, dan Mesir. Sebagian besar berada dalam jangkauan rudal atau pesawat nirawak pendek.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berkata, "Mereka melewati batas merah yang sangat besar dengan menyerang fasilitas nuklir... Kami harus menanggapi berdasarkan hak sah kami untuk membela diri." 

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan