Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Hasil Serangan AS terhadap Fordow Iran Masih Diragukan, Tak Bisa Hanya Dilihat dari Citra Satelit

Kerusakan situs nuklir Iran, Fordow, buntut serangan bom penghancur bunker milik AS, masih diragukan.

Kolase Tribunnews.com/Maxar Technologies/CNBC/CNN
CITRA SATELIT FORDOW - Foto kolase Tribunnews.com/Maxar Technologies/CNBC/CNN. KIRI: Situasi sebelum serangan – Citra satelit Fordow yang diambil sebelum 21 Juni 2025 menunjukkan bangunan utama fasilitas nuklir Iran masih utuh.KANAN: Setelah digempur – Gambar pasca serangan udara besar-besaran AS, Minggu (22/6/2025) dini hari waktu Iran. Namun, kerusakan Fordow akibat serangan AS, masih diragukan. 

TRIBUNNEWS.com - Kerusakan fasilitas nuklir Fordow milik Iran pasca-serangan Amerika Serikat (AS), Minggu (22/6/2025) dini hari waktu Iran, masih diragukan.

Seorang peneliti asosiasi di CNA Corporation, Decker Eveleth, mengatakan kerusakan Fordow tidak cukup hanya dilihat berdasarkan citra satelit.

Aula yang berisi ratusan sentrifus "terkubur terlalu dalam, sehingga kami tidak bisa mengevaluasi tingkat kerusakan berdasarkan citra satelit," kata Eveleth yang fokus terhadap studi citra satelit, Senin (23/6/2025), dikutip dari Reuters.

Sementara itu, mantan inspektur nuklir PBB Yang mengepalai Institut Sains dan Keamanan Internasional AS, David Albright, mengklaim serangan Amerika terhadap Fordow, berhasil.

"Mereka (AS) baru saja menerobos (menyerang) menggunakan MOP (Massive Ordnance Penetrator)" ujarnya, Senin.

"Saya perkirakan fasilitas itu (Fordow) hancur," imbuh dia.

Baca juga: Spesifikasi Bunker Buster GBU-57 MOP AS, Satu-satunya Bom Disebut Bisa Hancurkan Fordow Milik Iran

Citra satelit menunjukkan serangan AS terhadap Fordow menunjukkan fasilitas itu mengalami kerusakan parah di permukaan.

Tampak enam lubang di mana bom penghancur bunker tampaknya telah dilepaskan, serta tanah yang terlihat retak dan tertutup debu.

Namun, tidak ada konfirmasi mengenai kondisi di dalamnya, kata para ahli, Minggu.

Iran diketahui mengubur sebagian besar fasilitas nuklirnya jauh di bawah tanah, termasuk Fordow, untuk melindungi dari serangan seperti yang dilakukan AS pada Minggu dini hari.

AS dan Israel telah menyatakan  mereka bermaksud menghentikan program nuklir Teheran.

Namun, kegagalan untuk menghancurkan seluruh fasilitas dan peralatan nuklir Iran, dapat berarti Teheran secara mudah memulai kembali program senjata yang menurut intelijen AS dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) PBB telah ditutup pada 2003.

Selain Fordow, AS juga menargetkan dua fasilitas nuklir Iran lainnya, yaitu Natanz dan Isfahan.

Trump: Hancur Total

Pasca-serangan yang diluncurkan militernya, Presiden AS, Donald Trump, mengklaim fasilitas nuklir Iran yang ditargetkan, telah "hancur total".

Ia mengatakan serangan tersebut "sangat sukses", dilansir Al Jazeera.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan