Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Hasil Serangan AS terhadap Fordow Iran Masih Diragukan, Tak Bisa Hanya Dilihat dari Citra Satelit

Kerusakan situs nuklir Iran, Fordow, buntut serangan bom penghancur bunker milik AS, masih diragukan.

Kolase Tribunnews.com/Maxar Technologies/CNBC/CNN
CITRA SATELIT FORDOW - Foto kolase Tribunnews.com/Maxar Technologies/CNBC/CNN. KIRI: Situasi sebelum serangan – Citra satelit Fordow yang diambil sebelum 21 Juni 2025 menunjukkan bangunan utama fasilitas nuklir Iran masih utuh.KANAN: Setelah digempur – Gambar pasca serangan udara besar-besaran AS, Minggu (22/6/2025) dini hari waktu Iran. Namun, kerusakan Fordow akibat serangan AS, masih diragukan. 

Keputusan Trump untuk bergabung dengan Israel menandai eskalasi tajam di kawasan tersebut.

Intervensi AS terjadi lebih dari seminggu, setelah Israel melancarkan serangan tanpa alasan terhadap lokasi nuklir dan militer Iran usai menuduh Teheran membuat bom atom.

Iran, demikian pula pengawas nuklir PBB, telah membantah klaim yang mengatakan Teheran berada di titik puncak pengembangan senjata nuklir.

Iran Pastikan Pembalasan

Sementara itu, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran menyebut AS telah membuka pintu pembalasan, pasca-serangan terhadap tiga fasilitas nuklir, Minggu dini hari.

"Kami tidak akan pernah mundur," tegasnya, Senin, dikutip dari CNN.

Baca juga: Iran Klaim Hancurkan Poros Kejahatan Israel, Ledakan Besar di 3 Kota, 2 Pangkalan Udara Jadi Target

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi, menyebut "Amerika yang kriminal" telah "membuka pintu bagi pejuang Angkatan Bersenjata untuk melakukan tindakan apapun yang menentang kepentingan dan tentaranya."

"Kami tidak akan pernah mundur dalam hal ini," Mousavi sekali lagi menekankan pernyataannya.

Ia mengatakan AS telah "secara langsung ikut campur perang dengan melanggar kedaulatan Iran dan tanah suci negara kami."

Terpisah, Juru Bicara Komando Pusat Angkatan Bersenjata Iran, Ibrahim Zolfaqari, memperingatkan pihaknya akan membalas dengan "operasi yang kuat dan terarah yang akan menimbulkan konsekuensi berat, disesalkan, dan tidak bisa diprediksi."

"Trump, Anda bisa saja memulai perang ini, tetapi kamilah yang akan mengakhirinya," pungkas dia.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan