Konflik Iran Vs Israel
Menelisik Seberapa Dalam Intelijen Israel Menyusup ke Iran: Sudah Ada sejak Revolusi Iran 1979
Israel menggunakan kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan (AI) secara bersamaan untuk melancarkan serangan terhadap Iran pada Juni 2025 ini.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Seiring konflik Israel vs Iran memanas sejak Jumat (13/6/2025) lalu, timbul pertanyaan, seberapa dalam intelijen Israel menyusup ke Iran.
Apalagi, Israel menargetkan para pemimpin militer Iran dan posisi mereka pada bulan ini berdasarkan operasi intelijen yang sudah dijalankan selama bertahun-tahun.
Dalam operasi yang disebut Operation Rising Lion itu, serangan yang menghancurkan infrastruktur pertahanan utama Iran dan menewaskan komandan militer dilakukan oleh badan intelijen Israel.
Adapun badan intelijen Israel diklaim telah menyusup ke sebagian besar aparat keamanan Iran.
Di Iran, sejumlah orang dilaporkan telah ditangkap dan dituduh menjadi mata-mata untuk Mossad, badan intelijen Israel, memberikan dukungan media untuk Israel, atau mengganggu opini publik.
Sementara itu, pemerintah Iran telah memerintahkan pejabat senior dan tim keamanan untuk tidak menggunakan ponsel yang terhubung ke internet.
Hal ini bertujuan menghindari peretasan data sensitif oleh Israel.
Dinas keamanan Iran juga meminta masyarakat untuk melaporkan setiap gedung yang mereka sewa kepada perusahaan atau individu dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah-langkah ekstrem Iran ini dilakukan setelah timbulnya dugaan operasi intelijen Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memicu serangan terhadap negeri Persia tersebut.
Peran Signifikan
Badan intelijen Israel memainkan peran signifikan dalam awal serangan terhadap Iran pada bulan Juni 2025 ini.
Baca juga: Wakil Presiden AS JD Vance Klaim Iran Kini Tak Lagi Mampu Membuat Senjata Nuklir
Dalam sebuah wawancara, anggota senior komunitas intelijen Israel menyebut, mereka menggunakan kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan (AI) secara bersamaan untuk melancarkan serangan tersebut.
Pada Selasa (17/6/2025), The Associated Press (AP) menerbitkan wawancara dengan 10 pejabat intelijen dan militer Israel yang mengetahui serangan tersebut.
"Serangan ini adalah puncak dari kerja keras Mossad selama bertahun-tahun untuk menargetkan program nuklir Iran," kata Sima Shine, mantan direktur penelitian Mossad, kepada AP.
Dalam artikel tersebut, dijelaskan bagaimana agen Israel dapat menyelundupkan serangkaian drone dan sistem rudal ke Iran, yang kemudian digunakan untuk menyerang sejumlah target yang ditentukan oleh model AI Amerika Serikat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.