Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Wakil Presiden AS JD Vance Klaim Iran Kini Tak Lagi Mampu Membuat Senjata Nuklir

Wakil Presiden AS JD Vance menilai, Iran kini tidak lagi mampu membangun senjata nuklir dengan peralatan yang mereka miliki.

Akun X @JDVance
IRAN VS ISRAEL - Tangkapan layar video akun X @JDVance pada Sabtu (29/3/2025) memperlihatkan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berbicara tentang rencana kunjungannya ke Greenland dalam unggahan pada Rabu (26/3/2025). Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengklaim, Iran tidak lagi mampu memproduksi senjata nuklir, menyusul serangan AS yang menargetkan infrastruktur nuklir utama di negeri Persia tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance mengklaim, Iran tidak lagi mampu memproduksi senjata nuklir, menyusul serangan AS yang menargetkan infrastruktur nuklir utama di negeri Persia tersebut.

Sebagai informasi, eskalasi konflik Israel vs Iran kini mulai menyeret keterlibatan Amerika Serikat AS), setelah negara yang dipresideni Donald Trump itu menyerang tiga fasilitas nuklir Iran.

Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan pada Minggu (22/6/2025), tepat kala konflik Israel vs Iran memasuki hari ke-10.

Dalam serangan ini, AS diyakini menggunakan tipe bom 'bunker busters' yang dirancang untuk menghancurkan bunker bawah tanah yang dalam atau senjata yang terkubur dengan baik di fasilitas yang sangat terlindungi.

Seorang pejabat AS yang tak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa beberapa bom penghancur bunker seberat 30.000 pon dijatuhkan di Fordow, dikutip dari Telegraph.

lihat fotoSERANGAN IRAN - Iran Serang Pangkalan Militer Tempat Pesawat Siluman AS di Al Udeid Qatar. TRIBUNNEWS
SERANGAN IRAN - Iran Serang Pangkalan Militer Tempat Pesawat Siluman AS di Al Udeid Qatar. TRIBUNNEWS

Ini adalah kali pertama AS menggunakan senjata tersebut.

Pejabat AS lain menyebut, enam pengebom B-2 menjatuhkan 12 bom penghancur bunker di Fordow, dan kapal selam Angkatan Laut menembakkan 30 rudal jelajah ke Natanz dan Isfahan.

Satu pengebom B-2 juga menjatuhkan dua bom penghancur bunker di Natanz.

Serangan terhadap tiga fasilitas nuklir ini jelas akan memicu serangan balasan oleh Iran, dan AS pun kini bersiaga.

Wakil Presiden AS: Kita Sudah Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran

Wakil Presiden AS JD Vance menilai, Iran kini tak lagi bisa membuat senjata nuklir.

Baca juga: Pejabat Gedung Putih Sebut Israel Setuju Gencatan Senjata dengan Iran, tapi Ajukan Syarat Ini

"Kita sekarang berada di tempat yang tidak kita alami seminggu yang lalu. Seminggu yang lalu, Iran hampir memiliki senjata nuklir," kata JD Vance kepada Fox News, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (24/6/2025).

"Sekarang, Iran tidak mampu membangun senjata nuklir dengan peralatan yang mereka miliki, karena kita telah menghancurkannya," imbuhnya.

Hal ini disampaikan JD Vance hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengumumkan perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Iran

Adapun pengumuman gencatan senjata ini menandai de-eskalasi setelah hampir dua minggu konfrontasi langsung.

"Besok benar-benar hari yang baru — berakhirnya Perang 12 Hari, berakhirnya program nuklir Iran, dan saya benar-benar percaya ini adalah awal dari sesuatu yang sangat besar untuk perdamaian di Timur Tengah," ujar JD Vance.

Setelah AS menyerang tiga lokasi nuklirnya, termasuk fasilitas pengayaan bawah tanah Fordow, Iran pun melakukan serangan balasan.

Iran meluncurkan serangkaian rudal balistik ke Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar pada Senin (23/6/2025).

Tidak ada korban yang dilaporkan dalam serangan ini.

Sementara itu, Gedung Putih telah mem-framing serangan militer terbaru ini sebagai pukulan telak bagi ambisi nuklir Iran sekaligus batu loncatan untuk upaya diplomatik baru di kawasan tersebut.

Gencatan senjata diumumkan menyusul konflik Iran-Israel yang telah berlangsung dalam beberapa dekade

Sejak Jumat, 13 Juni 2025, Israel telah menyerang wilayah Iran, menargetkan instalasi nuklir, militer, dan warga sipil.

Kemudian, Teheran menanggapi dengan serangan rudal balasan sendiri terhadap Israel.

Aksi saling serang antara Iran vs Israel ini pun memicu kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas.

Gencatan senjata Senin (23/6/2025), yang diumumkan oleh Trump, menetapkan bahwa kedua belah pihak memulai penghentian operasi militer secara bertahap.

Iran diperkirakan akan memulai jeda tersebut, diikuti oleh Israel 12 jam kemudian, dan konflik tersebut secara resmi berakhir 24 jam sejak diumumkannya gencatan senjata.

Meskipun dampak jangka panjangnya masih belum diketahui dengan jelas, sejumlah pejabat AS menggambarkan momen tersebut sebagai titik balik.

(Tribunnews.com/Rizki A.)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan