Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Hibrida Rusia ke NATO Kian Gencar, Hacker Moskow Umbar Rahasia Militer Inggris di Dark Web 

Hacker Rusia dilaporkan membobol data rahasia mengenaik kekuatan militer INggris di sebuah pangkalan udara, lokasi jet AS berada

tangkap layar/NW/Kredit Foto: Simon G
KEBOCORAN DATA - Tiga pesawat tempur McDonnell Douglas F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) menunggu untuk lepas landas di RAF Lakenheath pada 22 Juli 2025 di Lakenheath, Inggris. Informasi sensitif mengenai kekuatan tempur USAF di lokasi ini dilaporkan bocor dan diumbar di dark web. 

Perang Hibrida Rusia ke NATO Kian Gencar, Hacker Moskow Bocorkan File Rahasia Militer Inggris di Dark Web 

TRIBUNNEWS.COM - Hacker atau peretas dari Rusia diduga mencuri dokumen rahasia berisi tentang informasi pangkalan militer terafiliasi militer Inggris.

Informasi yang diduga diretas itu termasuk satu pangkalan tempat pesawat tempur Amerika Serikat (AS) ditempatkan, demikian yang dilaporkan NW, dikutip Senin (20/10/2025). 

Kementerian Pertahanan Inggris (UK MOD) mengatakan pihaknya sedang menyelidiki klaim yang dilaporkan oleh surat kabar Mail on Sunday.

Baca juga: Baltik Siaga Perang, Pesawat Pengebom Rusia Terbang 1.000 Km Per Jam Serang Target di Dekat NATO 

Media tersebut melaporkan kalau berkas-berkas berisi 'rincian sensitif' tentang pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) dan Angkatan Laut Kerajaan, serta personelnya, telah dipublikasikan di dark web atau web gelap. 

Sebagai informasi, dark web adalah bagian tersembunyi dari internet yang tidak terindeks oleh mesin pencari umum dan hanya dapat diakses lewat peramban khusus.

"Kontraktor pemeliharaan dan konstruksi (perusahaan rekanan Departemen Pertahanan Inggris), Dodd Group, yang mengonfirmasi pelanggaran tersebut, maupun MOD mengatakan penyelidikan sedang dilakukan, tetapi keduanya belum mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai pelanggaran yang dilaporkan," tulis laporan itu.  

Jet Tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika
KEBOCORAN DATA - Tiga pesawat tempur McDonnell Douglas F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) menunggu untuk lepas landas di RAF Lakenheath pada 22 Juli 2025 di Lakenheath, Inggris. Informasi sensitif mengenai kekuatan tempur USAF di lokasi ini dilaporkan bocor dan diumbar di dark web.

Apa yang Perlu Diketahui, Perang Hibrida Rusia ke NATO

Adanya dugaan peretasan ini menambah spekulasi kalau Rusia makin gencar menjalankan taktik perang hibrida yang agresif terhadap anggota NATO.

Friksi Rusia dan NATO berkembang menjadi percikan api lantaran berlarutnya perang Ukraina.

Moskow menilai, negara-negara NATO sudah terliat langsung dalam perang karena terus mendukung Ukraina melalui suplai persenjataan.

Rusia belakangan dianggap mulai melancarkan perang hibrida ke negara-negara NATO, termasuk lewat cara penerobosan wilayah udara di perbatasan menggunakan drone.

Baca juga: Perang Terbuka, NATO Pertimbangkan untuk Izinkan Pilot Jet Tempur Tembak Langsung Drone Rusia

 Taktik perang hibrida ini juga menyasar informasi rahasia militer lawan mereka.

Peretasan yang dilaporkan itu menyertakan rincian mengenai situs RAF Lakenheath di Suffolk, tempat jet tempur F-35 dan F15 Angkatan Udara AS berpangkalan.

Mail on Sunday melaporkan kalau dokumen militer sensitif dicuri oleh peretas Rusia dan dirilis di web gelap, yang merupakan bagian dari internet yang hanya dapat diakses melalui perangkat lunak tertentu. 

Surat kabar itu mengatakan kalau berkas tersebut berisi rincian delapan pangkalan RAF dan Angkatan Laut Kerajaan serta nama dan email staf MOD.  

Surat kabar itu mengatakan bahwa di antara lokasi yang menjadi sasaran adalah RAF Lakenheath di Suffolk, yang menampung jet tempur AS, RAF Portreath.

Lokasi pangkalan ini merupakan bagian dari jaringan pertahanan NATO, dan RAF Predannack, rumah bagi Pusat Drone Nasional Inggris

"Ada sekitar 1.000 dokumen menyertakan formulir pengunjung untuk RAF Portreath dengan data kontraktor dan personel MOD serta panduan email dan instruksi keamanan yang dapat dimanfaatkan untuk serangan phishing," tulis laporan surat kabar itu.  

Seorang juru bicara Dodd Group mengonfirmasi kepada BBC tentang insiden ransomware di mana pihak ketiga yang tidak berwenang memperoleh akses sementara ke sebagian sistem internalnya.

Dia menyatakan, "langkah-langkah segera" telah diambil untuk mengatasi insiden tersebut dan mengamankan sistem, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Departemen Pertahanan Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan pihaknya sedang menyelidiki klaim tersebut tetapi tidak akan berkomentar lebih jauh demi menjaga informasi operasional yang sensitif. 

Insiden peretasan ini menyusul pelanggaran data penting lainnya di Kementerian Pertahanan Inggris, termasuk informasi pribadi ribuan warga Afghanistan yang diselamatkan di Inggris yang terekspos setelah seorang subkontraktor Kementerian Pertahanan mengalami pelanggaran data.

Pada tahun 2024, informasi pribadi sejumlah personel militer Inggris yang masih aktif juga diakses dalam sebuah pelanggaran data yang signifikan. 

Pada bulan Agustus, Rusia dituduh terlibat dalam peretasan sistem komputer yang mengelola dokumen pengadilan federal, termasuk catatan yang sangat sensitif dari sumber dan orang-orang yang didakwa dengan kejahatan keamanan nasional.

Kutipan Pernyataan

Pernyataan Dodd Group, menurut BBC: "Kami dapat mengonfirmasi bahwa Dodd Group baru-baru ini mengalami insiden ransomware … kami mengambil langkah-langkah segera untuk mengatasi insiden tersebut, mengamankan sistem kami dengan cepat, dan melibatkan firma forensik TI spesialis untuk menyelidikinya." 

Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan mengatakan pihaknya "secara aktif menyelidiki klaim bahwa informasi terkait Kementerian Pertahanan telah dipublikasikan di web gelap." 

 
Pernyataan dari Dodd Group dan Kementerian Pertahanan Inggris menunjukkan adanya penyelidikan tetapi tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang pelanggaran yang dilaporkan, dan Rusia kemungkinan akan menghadapi tuduhan lebih lanjut tentang aktivitas siber yang bertujuan mengganggu stabilitas Eropa.   

 

 

(oln/nw/*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved