Kamis, 21 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia dan Iran Bergandengan Lawan Barat, Kian Mesra Soal Nuklir Hingga Drone

Kemitraan Moskow-Teheran yang semakin erat menggarisbawahi keselarasan kedua negara di bawah sanksi Barat

Tayang:
National Police of Ukraine/npu.gov.ua
DRONE SHAHED-136 - Foto yang dirilis National Police of Ukraine, menampilkan drone Rusia Geranium (Shahed), yang jatuh di wilayah Vinnytsia, Ukraina pada Maret 2024. Militer AS berniat membeli drone replika Shahed-136 Iran untuk keperluan pengembangan dan pengujian. 

Rusia-Iran Bergandengan Lawan Barat, Kian Mesra Soal Nuklir Hingga Drone

TRIBUNNEWS.COM - Rusia menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat hubungan dengan Iran.

Komitmen Moskow ini menandakan perluasan besar kerja sama politik, militer, dan energi di tengah meningkatnya ketegangan global.

Baca juga: Perang Hibrida Rusia ke NATO Kian Gencar, Hacker Moskow Umbar Rahasia Militer Inggris di Dark Web 

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyebut Teheran sebagai mitra yang dinamis dan mengatakan Moskow siap memperdalam kolaborasi “di semua bidang,” menurut pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (20/10/2025).

Mengapa Hal Ini Penting

Kemitraan Moskow-Teheran yang semakin erat menggarisbawahi keselarasan kedua negara di bawah sanksi Barat, yang mencakup kerja sama militer, energi, dan politik.

Rusia telah mengandalkan kemampuan Iran untuk dukungan militer ke Moskow, termasuk drone yang digunakan di Ukraina. Sebalaiknya, Rusia juga menjual senjata ke Teheran.

Di aspek lain, perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, sedang membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Republik Islam tersebut.

Aliansi tersebut memperkuat pengaruh Rusia di Timur Tengah dan memberi Iran pengaruh di tengah isolasi internasional.

"Kemesraan Rusia-Iran ini meningkatkan kekhawatiran kalau hubungan makin lebih dekat ini dapat melemahkan upaya untuk membatasi program nuklir Iran dan mengganggu keseimbangan kekuatan regional," tulis ulasan NW.

Pejabat Iran memuji sikap Moskow sebagai perlawanan bersama terhadap campur tangan Barat.

Di sisi sebaliknya, kemitraan tersebut meningkatkan ketegangan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Selama ini garis keras Trump terhadap Iran dan sikap konfrontatif terhadap Rusia merupakan bagian dari latar belakang geopolitik yang lebih luas.

MENUKIK SEBELUM MELEDAK - Pesawat nirawak (drone) Shahed 136 Rusia tampak menukik sebelum meledak dalam serangan udara di Kiev, Ukraina. Rusia dilaporkan mampu memproduksi drone-drone dengan lisensi Iran ini sebanyak 100 unit per hari.
MENUKIK SEBELUM MELEDAK - Pesawat nirawak (drone) Shahed 136 Rusia tampak menukik sebelum meledak dalam serangan udara di Kiev, Ukraina. Rusia dilaporkan mampu memproduksi drone-drone dengan lisensi Iran ini sebanyak 100 unit per hari. (tangkap layar/mwm)

Apa yang Perlu Diketahui

Rusia telah mempererat hubungannya dengan Iran di berbagai lini militer, energi, dan politik mencerminkan strategi yang lebih luas untuk memperkuat pengaruhnya di Timur Tengah. 

Moskow memasok peralatan militer ke Teheran dan juga menerima drone dari Iran untuk digunakan di Ukraina.

Peskov mengatakan: "Rusia tentu saja siap memperluas kerja sama dengan Iran di segala bidang. Iran adalah mitra kami, dan hubungan kami berkembang sangat dinamis."

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved