Minggu, 17 Mei 2026

5 Populer Internasional: Mantan Presiden Prancis Dipenjara - AS Jatuhi Sanksi Minyak ke Rusia

Rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir, di antaranya mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dijaga polisi saat di penjara.

Tayang:
Tangkap Layar Youtube FRANCE 24; Wikimedia Commons; Tangkapan layar YouTube CNN-News18; Kantor Kremlin
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy saat divonis penjara 5 tahun oleh Pengadilan Paris; Sebuah pesawat tanker Ilyushin Il-78 Rusia melakukan simulasi pengisian bahan bakar udara dengan pesawat pengebom berat Tu-95MS selama Parade Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, pada 9 Mei 2009; Tangkapan layar YouTube CNN-News18 pada Sabtu (9/8/2025) menampilkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro; Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu di sela-sela acara G20 di Hamburg, Jerman pada 7 Juli 2017. Inilah kompilasi berita populer internasional dalam 24 jam terakhir. 

"Kami membatalkan pertemuan dengan Presiden Putin — rasanya tidak tepat bagi saya," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Rabu (22/10/2025). 

"Rasanya kami tidak akan sampai ke tempat yang seharusnya. Jadi saya membatalkannya, tetapi kami akan melakukannya di masa mendatang," lanjutnya.

Trump juga mengungkapkan rasa frustrasinya dengan negosiasi antara Rusia dan Ukraina yang mandek. 

"Soal kejujuran, satu-satunya yang bisa saya katakan adalah, setiap kali saya berbicara dengan Vladimir, percakapan saya selalu lancar, dan setelah itu tidak ada kemajuan. Sama sekali tidak ada kemajuan," ujarnya.

Sebelumnya dalam komentar singkatnya, Trump mengatakan ia tidak ingin melakukan pertemuan yang sia-sia dan buang-buang waktu.

Sejak kembali menjabat di Gedung Putih pada Januari lalu, Trump mengatakan ia dapat mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.

AS melakukan upaya diplomasi terhadap Rusia dan Ukraina dalam beberapa kali pertemuan, namun Trump menganggap Putin tidak serius untuk mengakhiri perang.

Rusia menuntut kesepakatan wilayah sebagai salah satu syarat untuk mengakhiri invasinya, yang ditolak oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

AS Beri Sanksi ke 2 Perusahaan Minyak Rusia

Baca juga: Swedia Sepakat Jual 150 Jet Gripen ke Ukraina, Zelensky Siap Guncang Langit Rusia

Pembatalan pertemuan ini terjadi ketika Gedung Putih mengumumkan sanksi baru yang menargetkan ekspor minyak Rusia, bagian dari upaya yang lebih luas untuk menekan Moskow atas operasi militernya yang berkelanjutan di Ukraina. 

Departemen Keuangan AS mengatakan dua perusahaan minyak terbesar Rusia, Rosneft dan Lukoil, menjadi sasaran upaya untuk merusak kemampuan Rusia dalam mendanai mesin perangnya.

Trump mengatakan ia berharap tindakan tersebut hanya bersifat sementara.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved