Senin, 18 Mei 2026

5 Populer Internasional: Mantan Presiden Prancis Dipenjara - AS Jatuhi Sanksi Minyak ke Rusia

Rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir, di antaranya mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dijaga polisi saat di penjara.

Tayang:
Tangkap Layar Youtube FRANCE 24; Wikimedia Commons; Tangkapan layar YouTube CNN-News18; Kantor Kremlin
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy saat divonis penjara 5 tahun oleh Pengadilan Paris; Sebuah pesawat tanker Ilyushin Il-78 Rusia melakukan simulasi pengisian bahan bakar udara dengan pesawat pengebom berat Tu-95MS selama Parade Hari Kemenangan di Moskow, Rusia, pada 9 Mei 2009; Tangkapan layar YouTube CNN-News18 pada Sabtu (9/8/2025) menampilkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro; Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu di sela-sela acara G20 di Hamburg, Jerman pada 7 Juli 2017. Inilah kompilasi berita populer internasional dalam 24 jam terakhir. 

Jumlah Ilyushin IL-78 yang memadai—pesawat yang diperkenalkan pada tahun 1984 sebagai pengisi bahan bakar udara khusus pertama Moskow —dapat membantu mempertahankan operasi udara jarak jauh.

Operasi wilayah jarak jauh ini termasuk di titik-titik rawan regional potensial seperti Laut Cina Selatan, Taiwan yang diklaim Beijing , dan lebih jauh di Pasifik.

Informasi rencana pembelian ini juga memicu spekulasi kalau China menyiapkan percepatan serangan ke Taiwan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Venezuela Siap Tembak 5 Ribu Rudal Buatan Rusia ke AS, Pukul Mundur Pasukan Trump dari Karibia

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, mengumumkan bahwa negaranya siap menembakkan 5.000 rudal darat-ke-udara buatan Rusia untuk menghadapi potensi ancaman militer dari Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini dilontarkan Presiden Maduro dalam pidato yang disiarkan secara nasional bersama petinggi militer di Caracas, pada Rabu (22/10/2025).

Dalam keterangan resminya Maduro menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pertahanan nasional untuk menjaga kedaulatan Venezuela di tengah meningkatnya tekanan dari Washington.

“Kami memiliki tidak kurang dari 5.000 rudal pertahanan udara Igla-S buatan Rusia, ditempatkan di titik-titik strategis untuk memastikan perdamaian dan keamanan negara,” ujar Maduro.

Rudal Rusia Jadi “Perisai” Venezuela

Mengutip Firstpost, rudal buatan Rusia yang dimaksud adalah rudal Igla-S, sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) dengan jangkauan hingga 6 kilometer.

Rudal Igla-S, atau dikenal dengan kode NATO SA-24 Grinch, merupakan sistem rudal darat-ke-udara portabel (MANPADS) yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat, helikopter, dan drone di ketinggian rendah.

Senjata ini dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Rusia KBM (Kolomna Machine-Building Design Bureau) dan mulai digunakan secara resmi oleh militer Rusia pada awal tahun 2000-an.

Baca juga: Doktrin Monroe, Penggulingan Maduro, dan Minyak Venezuela

Senjata tersebut dikenal efektif melawan pesawat dan helikopter di ketinggian rendah hingga menengah.

Dalam keterangan yang dikutip dari sumber militer, Igla-S memiliki panjang 1,57 meter dengan berat total sekitar 17 kilogram, termasuk peluncur.

Sistem ini dirancang agar dapat dioperasikan oleh satu orang prajurit, memungkinkan pasukan bergerak cepat dalam kondisi tempur.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved