5 Populer Internasional: Mantan Presiden Prancis Dipenjara - AS Jatuhi Sanksi Minyak ke Rusia
Rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir, di antaranya mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dijaga polisi saat di penjara.
Jumlah Ilyushin IL-78 yang memadai—pesawat yang diperkenalkan pada tahun 1984 sebagai pengisi bahan bakar udara khusus pertama Moskow —dapat membantu mempertahankan operasi udara jarak jauh.
Operasi wilayah jarak jauh ini termasuk di titik-titik rawan regional potensial seperti Laut Cina Selatan, Taiwan yang diklaim Beijing , dan lebih jauh di Pasifik.
Informasi rencana pembelian ini juga memicu spekulasi kalau China menyiapkan percepatan serangan ke Taiwan.
3. Venezuela Siap Tembak 5 Ribu Rudal Buatan Rusia ke AS, Pukul Mundur Pasukan Trump dari Karibia
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, mengumumkan bahwa negaranya siap menembakkan 5.000 rudal darat-ke-udara buatan Rusia untuk menghadapi potensi ancaman militer dari Amerika Serikat (AS).
Pernyataan ini dilontarkan Presiden Maduro dalam pidato yang disiarkan secara nasional bersama petinggi militer di Caracas, pada Rabu (22/10/2025).
Dalam keterangan resminya Maduro menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pertahanan nasional untuk menjaga kedaulatan Venezuela di tengah meningkatnya tekanan dari Washington.
“Kami memiliki tidak kurang dari 5.000 rudal pertahanan udara Igla-S buatan Rusia, ditempatkan di titik-titik strategis untuk memastikan perdamaian dan keamanan negara,” ujar Maduro.
Rudal Rusia Jadi “Perisai” Venezuela
Mengutip Firstpost, rudal buatan Rusia yang dimaksud adalah rudal Igla-S, sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) dengan jangkauan hingga 6 kilometer.
Rudal Igla-S, atau dikenal dengan kode NATO SA-24 Grinch, merupakan sistem rudal darat-ke-udara portabel (MANPADS) yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat, helikopter, dan drone di ketinggian rendah.
Senjata ini dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Rusia KBM (Kolomna Machine-Building Design Bureau) dan mulai digunakan secara resmi oleh militer Rusia pada awal tahun 2000-an.
Baca juga: Doktrin Monroe, Penggulingan Maduro, dan Minyak Venezuela
Senjata tersebut dikenal efektif melawan pesawat dan helikopter di ketinggian rendah hingga menengah.
Dalam keterangan yang dikutip dari sumber militer, Igla-S memiliki panjang 1,57 meter dengan berat total sekitar 17 kilogram, termasuk peluncur.
Sistem ini dirancang agar dapat dioperasikan oleh satu orang prajurit, memungkinkan pasukan bergerak cepat dalam kondisi tempur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-24OKT25.jpg)