Jumat, 15 Mei 2026

Survei NNN–Yomiuri: Kabinet Takaichi Kantongi Dukungan 71 Persen, Tertinggi dalam Dua Dekade

Semakin tinggi ekspektasi publik di awal pemerintahan, makin cepat dukungan bisa merosot sehingga seorang menteri di kabinet Takaichi mengaku waswas

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
NNN/NTV
JAJAK PENDAPAT - Tingkatan peringkat persetujuan bagi berbagai PM Jepang. Hasil jajak pendapat darurat yang dilakukan oleh NNN dan Yomiuri Shimbun menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Kabinet Takaichi mencapai 71 persen.  Angka ini menjadi peringkat kelima tertinggi dalam sejarah pembentukan pemerintahan baru di Jepang sejak tahun 2000. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Hasil jajak pendapat darurat yang dilakukan oleh NNN dan Yomiuri Shimbun menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Kabinet Takaichi mencapai 71 persen. 

Angka ini menjadi peringkat kelima tertinggi dalam sejarah pembentukan pemerintahan baru di Jepang sejak tahun 2000.

Sebagai perbandingan, tingkat persetujuan Kabinet Ishiba saat dilantik hanya mencapai 51 persen sementara Kabinet Kishida berada di angka 56 persen.

Dengan demikian, dukungan terhadap Kabinet Takaichi tergolong sangat tinggi.

Rekor tertinggi sebelumnya dipegang oleh Kabinet Koizumi dengan dukungan 87 persen, yang bertahan selama lima setengah tahun.

Namun, beberapa kabinet lain yang juga meraih tingkat persetujuan di atas 70 persen — seperti Kabinet Abe pertama (72 persen), Kabinet Hatoyama dari Partai Demokrat (75 persen), dan Kabinet Suga (74 persen) — justru berumur pendek, rata-rata hanya sekitar satu tahun.

Baca juga: PM Jepang Sanae Takaichi: Bukan Xenofobia, tetapi Kami akan Tindak Tegas Orang Asing Pelanggar Hukum

Dengan kata lain, semakin tinggi ekspektasi publik di awal pemerintahan, semakin cepat dukungan bisa merosot. Salah satu menteri di Kabinet Takaichi bahkan mengaku waswas.

“Kalau dukungan terlalu tinggi, bisa jadi kejatuhannya juga cepat,” ujarnya.

Pemerintahan Abe pertama menjadi contoh nyata, yang berakhir di tengah serangkaian skandal dan kesalahan menteri kabinet. Takaichi, yang pernah mengalami masa sulit di tahun pertamanya menjabat di kabinet, tampaknya memahami betul tantangan besar tersebut.

Menariknya, survei juga mencatat perubahan signifikan dalam demografi pendukung. Pada bulan sebelumnya, tingkat dukungan generasi muda (usia hingga 30-an tahun) terhadap Kabinet Ishiba hanya 15 persen. Namun, angka itu melonjak drastis menjadi 80% untuk Kabinet Takaichi.

Dukungan dari kalangan pria pun meningkat tajam, dari 30 persen di era Ishiba menjadi 71 persen di era Takaichi.

Artinya, pemerintahan baru ini berhasil menarik kembali dukungan dari kelompok muda dan laki-laki.

Meski demikian, tingkat dukungan terhadap Partai Demokrat Liberal (LDP) hanya naik 5 poin menjadi 32 persen dibanding bulan lalu. Ini menunjukkan bahwa popularitas pribadi Takaichi tidak serta-merta berbanding lurus dengan dukungan terhadap partainya.

Lalu, apa yang paling diharapkan masyarakat dari pemerintahan baru ini? Survei mengungkap bahwa kebijakan pengendalian harga menjadi prioritas utama publik. Di posisi kedua adalah urusan luar negeri dan keamanan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved