Kamis, 16 April 2026

Seolah Siap Menembak, Jet Tempur China J-15 Mengunci Radar Pesawat Tempur Jepang

China–Jepang kembali tegang setelah jet tempur China J-15 dari kapal induk Liaoning mengunci radar pada pesawat F-15 Jepang di dekat Okinawa.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Kementerian Pertahanan Jepang
CHINA VS JEPANG - Foto yang dibagikan Kementerian Pertahanan Jepang, memperlihatkan pesawat tempur China J-15 lepas landas dari kapal induk Liaoning, dekat Okinawa, Desember 2022. China–Jepang kembali tegang setelah jet tempur China J-15 dari kapal induk Liaoning mengunci radar pada pesawat F-15 Jepang di dekat Okinawa, Sabtu (6/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • China–Jepang kembali tegang setelah jet tempur China J-15 dari kapal induk Liaoning mengunci radar pada pesawat F-15 Jepang di dekat Okinawa.
  • Tindakan itu dikecam keras oleh Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi.
  • Pemerintah Jepang dan Perdana Menteri Sanae Takaichi melayangkan protes resmi, sementara China menuduh Jepang melakukan intersepsi yang mengganggu dan membela latihan militernya.


TRIBUNNEWS.COM 
- Ketegangan antara China dan Jepang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, terutama setelah pesawat tempur China mengunci radar (radar lock) pada sebuah jet tempur Jepang di Okinawa.

Mengutip Wikipedia, radar lock (atau radar lock-on) adalah kondisi ketika sistem radar berhasil mengunci dan mengikuti target tertentu secara otomatis.

Dalam konteks militer, terutama pada pesawat tempur, fire-control radar lock berarti radar senjata diarahkan langsung ke target, yang sering dianggap sebagai tanda ancaman serangan.

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, mengecam keras insiden tersebut.

Dilansir Associated Press, Koizumi menyebut tindakan itu sangat disesalkan dan berbahaya, serta berada di luar batas yang diperlukan untuk operasi penerbangan yang aman.

“Kami telah menyampaikan protes keras kepada pihak China dan menuntut tindakan pencegahan yang ketat,” ujar Koizumi.

Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan bahwa pesawat militer China J-15 lepas landas dari kapal induk Liaoning di dekat Pulau Okinawa, Jepang, pada Sabtu (6/12/2025).

CHINA VS JEPANG - Foto yang dibagikan Kementerian Pertahanan Jepang, memperlihatkan pesawat tempur China J-15 lepas landas dari kapal induk Liaoning, 19 Desember 2021.
CHINA VS JEPANG - Foto yang dibagikan Kementerian Pertahanan Jepang, memperlihatkan pesawat tempur China J-15 lepas landas dari kapal induk Liaoning, 19 Desember 2021. (Kementerian Pertahanan Jepang)

Pesawat itu secara berkala mengunci radarnya pada jet tempur F-15 Jepang: dua kali pada hari yang sama, sekitar tiga menit pada sore hari dan sekitar 30 menit pada malam hari.

Tidak dijelaskan apakah insiden penguncian radar tersebut dilakukan oleh pesawat J-15 yang sama pada kedua kesempatan.

Jet-jet tempur Jepang telah dikerahkan untuk membayangi pesawat-pesawat China yang melakukan latihan lepas landas dan mendarat di kawasan Pasifik.

Mereka mengikuti pesawat China dari jarak aman dan tidak melakukan tindakan yang dapat dianggap sebagai provokasi, menurut laporan Kyodo News yang mengutip pejabat pertahanan, ketika penguncian radar terjadi.

Tidak ada pelanggaran wilayah udara Jepang, dan tidak ada cedera atau kerusakan yang dilaporkan akibat insiden tersebut.

Baca juga: Balas China, Kini Jepang Terbitkan Travel Warning ke Tiongkok Jelang Peringatan Nanjing

Respons China, Jepang, dan Australia

Juru bicara angkatan laut China, Kolonel Senior Wang Xuemeng, membela latihan penerbangan China di dekat Pulau Miyako pada hari Sabtu itu.

Ia mengatakan bahwa China telah mengumumkan latihan tersebut sebelumnya dan justru menuduh pesawat Jepang melakukan intersepsi yang mengganggu.

"Kami dengan sungguh-sungguh meminta pihak Jepang untuk segera menghentikan fitnah dan pencemaran nama baik, serta secara tegas mengekang tindakan-tindakan di garis depan," ujar Wang dalam pernyataannya yang dipublikasikan pada Minggu (7/12/2025) di situs web Kementerian Pertahanan China.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved