Penembakan Massal di Australia
Ayah dan Anak Pelaku Penembakan Massal di Australia Awalnya Pamit Pergi Mancing di Laut
Menurut Kepolisian NSW sang ayah berusia 50 tahun adalah pemilik senjata api berlisensi dengan enam senjata api terdaftar.
“Dia meneleponku [pada hari Minggu] dan berkata, Bu, aku baru saja berenang. Aku menyelam. Kita akan makan sekarang dan kemudian pagi ini, dan kita akan tinggal di rumah sekarang karena sangat panas.”
Unggahan media sosial dari sebuah pusat Islam di Australia menunjukkan bahwa Akram menyelesaikan studi keagamaan pada tahun 2022.
Pekerjaan Akram
Akram bekerja sebagai tukang batu namun ia diberhentikan sekitar dua bulan lalu ketika perusahaan tempatnya bekerja bangkrut.
Kini dia berstatus pengangguran dan sedang mencari pekerjaan.
Meskipun ia memiliki banyak teman selama masa sekolah menengahnya di Cabramatta High School, Verena mengatakan bahwa anaknya bukanlah orang yang sangat sosial.
Ia mengatakan bahwa putranya tampaknya tidak menghabiskan banyak waktu di internet.
Anaknya menyukai memancing, menyelam, berenang, dan berolahraga.
Ibunya Akram adalah ibu rumah tangga yang yang sudah lanjut usia.
Akram tinggal di rumah itu bersama orang tuanya dan adik perempuannya yang berusia 22 tahun serta adik laki-lakinya yang berusia 20 tahun.
Rumah dengan tiga kamar tidur itu dibeli pada tahun 2024.
Keluarga tersebut sebelumnya tinggal di Cabramatta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Naveed-Akram-telah-diidentifikasi-sebagai-salah-satu-terduga-pelaku-penembakan.jpg)