Selasa, 19 Mei 2026

Penembakan Massal di Australia

Sosok Matilda Bee Britvan, Bocah 10 Tahun Korban Tewas Penembakan di Pantai Bondi

Bocah perempuan berusia 10 tahun turut menjadi korban tewas dalam penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Ia bernama Matilda.

Tayang:
Tangkapan layar dari Sydney Morning Herald
BOCAH TEWAS - Sosok Matilda Bee Britvan, bocah perempuan berusia 10 tahun yang menjadi salah satu korban tewas dalam insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025). Dia dikenal sebagai siswa yang cerdas dan ceria. 

Kini, Navee dirawat di rumah sakit setelah menderita luka serius.

Masuk Penembakan Massal Terburuk di Australia dalam 30 Tahun Terakhir

Di sisi lain, penembakan massal di Pantai Bondi ini termasuk menjadi yang terburuk terkait insiden serupa dalam 30 tahun terakhir.

Selama tiga dekade terakhir, dikutip dari The Guardian, terjadi enam penembakan massal di Australia.

Peristiwa pertama terjadi di Port Arthur, Tasmania, pada 28 April 1996 di mana pelaku bernama Martin Bryant melakukan penembakan dan mengakibatkan 35 orang tewas dan 23 lainnya luka-luka.

Dari insiden ini, Pemerintah Australia langsung merubah aturan terkait kepemilikan senjata api.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada 15 Desember 2014 lalu ketika seorang pemuka agama bernama Man Monis menyandera 18 orang di sebuah kafe di Sydney. Dia lantas membunuh dua sandera bernama Tori Johnson dan Katrina Dawson.

Selanjutnya, penembakan massal terjadi dalam sebuah keluarga di kota Osmington, Australia Barat pada 11 Mei 2018.

Di mana enam orang ditembak oleh anggota keluarganya sendiri bernama Peter Miles.

Adapun mereka adalah istrinya Katrina Miles, empat orang anaknya, serta ibu Katrina, Cynda.

Baca juga: Ayah dan Anak Pelaku Penembakan Massal di Australia Awalnya Pamit Pergi Mancing di Laut

Peter Miles pun turut ditemukan tewas dalam insiden tersebut setelah melakukan bunuh diri.

Setahun berselang, tepatnya pada 4 Juni 2019, seorang pria yang sedang dalam masa pembebasan bersyarat melakukan penembakan massal dan mengakibatkan empat orang tewas dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Adapun insiden itu terjadi di Kota Darwin, Australia bagian Utara.

Penembakan kembali terjadi pada 12 Desember 2022 lalu ketika enam orang tewas usai ditembak oleh tiga orang kelompok ekstrimis Kristen bernama Gareth, Stacey, dan Nathaniel Train.

Insiden ini terjadi di sebuah pedesaan di Wieambilla, Queensland.

Enam orang tewas tersebut termasuk dua polisi yang terlibat baku tembak dengan para pelaku.

Seluruh pelaku pun akhirnya tewas setelah ditembak oleh polisi di lokasi kejadian.

Saat persidangan, keluarga Train menyebut para pelaku memiliki penyakit paranoid sehingga penembakan massal pun tak terelakan.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved