5 Populer Internasional: PM Jepang Tolak Kepemilikan Senjata Nuklir - Kereta di India Tabrak Gajah
Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal internasional dalam 24 jam terakhir, di antaranya PM Jepang yang menolak kepemilikan senjata nuklir
Dalam artikel yang ditulis akademisi Assadullah Channa, lonjakan ini mencerminkan lemahnya struktur ekonomi Pakistan serta ketidakseimbangan kebijakan yang dinilai lebih memprioritaskan pengeluaran keamanan dibandingkan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja.
LFS mencatat bahwa angkatan kerja Pakistan tumbuh signifikan dari 71,8 juta orang pada 2020–2021 menjadi 83,1 juta orang pada 2024–2025, didorong oleh pertumbuhan demografis dan meningkatnya partisipasi tenaga kerja.
Namun, pertumbuhan ekonomi yang stagnan di bawah 3 persen dinilai tidak cukup untuk menyerap sekitar 3,5 juta pendatang baru ke pasar kerja setiap tahunnya.
Terbatasnya Lapangan Kerja
Ketidakseimbangan ini paling berdampak pada kelompok muda.
Tingkat pengangguran usia 15–24 tahun melonjak hingga 12,9 persen, mencerminkan ketidaksesuaian keterampilan serta terbatasnya lapangan kerja produktif bagi generasi muda.
Pengangguran perempuan juga relatif lebih tinggi, mencapai 10,5 persen, dibandingkan laki-laki yang berada di level 6,0 persen.
Dari sisi sektoral, survei menunjukkan penurunan lapangan kerja di sektor pertanian sebesar empat poin persentase menjadi 33,1 persen, serta kontraksi ringan di sektor manufaktur menjadi 14,4 persen.
3. Jenderal Ukraina Sebut Perang Dunia III Bisa Pecah dalam Setahun, Putin Akan Menyerang 3 Negara NATO
Kepala intelijen militer Ukraina (GUR), Letnan Jenderal Kyrylo Budanov, mengklaim memiliki bocoran terkait rencana perang Rusia.
Dalam sebuah acara LB Club pada 19 Desember 2025, Budanov menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin akan memicu Perang Dunia III dalam waktu kurang lebih satu tahun.
Dilansir Express UK, Putin bermaksud menduduki tiga negara anggota NATO sekaligus Uni Eropa, yakni Estonia, Latvia, dan Lithuania, pada 2027, kata Budanov.
Rusia juga disebut akan menyerang Polandia, dengan hanya menghantam negara tersebut tanpa langsung bermaksud melakukan invasi penuh.
“Menurut rencana utama, Federasi Rusia seharusnya siap untuk memulai operasi pada tahun 2030,” kata Budanov, yang pasukannya memimpin banyak serangan di wilayah Rusia.
“Sekarang rencana itu telah disesuaikan, direvisi untuk mempercepat tenggat waktu menjadi tahun 2027,” ujarnya.
Tindakan militer Rusia untuk menyerang atau menginvasi negara-negara NATO akan memicu penerapan Pasal 5 aliansi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-22des25.jpg)