Amerika Versus Venezuela
Daftar Pemimpin Negara yang Ditangkap Amerika: Noriega, Saddam Hussein, Hernandez, hingga Maduro
Amerika Serikat berulang kali menangkap pemimpin negara yang berseberangan dengan mereka. Berikut daftarnya.
Penangkapan Saddam Hussein terjadi pada 13 Desember 2003 melalui operasi militer yang diberi nama Operasi Fajar Merah (Operation Red Dawn).
Setelah sembilan bulan melarikan diri pasca-invasi Amerika ke Irak, mantan Presiden Irak tersebut akhirnya ditemukan oleh pasukan khusus AS bersembunyi di sebuah lubang bawah tanah sempit.
Pengadilan Irak kemudian mengadili Saddam. Ia dieksekusi pada tahun 2006.
Juan Orlando Hernández
Mantan presiden Honduras, Juan Orlando Hernández, juga diekstradisi ke AS pada tahun 2022 atas tuduhan narkoba dan korupsi, meskipun Trump secara kontroversial mengampuninya pada akhir tahun 2025.
Penangkapan terjadi setelah rumah Hernández di Tegucigalpa dikepung oleh ratusan aparat kepolisian Honduras yang bekerja sama dengan agen DEA (Drug Enforcement Administration) Amerika Serikat.
Penangkapan ini didasarkan permintaan ekstradisi resmi dari Departemen Kehakiman AS.
Meskipun sempat terjadi ketegangan di sekitar kediamannya, Hernández akhirnya menyerah secara sukarela tanpa kekerasan.
Bagaimana reaksi dunia?
Sejumlah pemimpin dunia, termasuk di Amerika Serikat sendiri, memberikan respons beragam terhadap penangkapan Maduro, mulai dari pujian hingga kecaman.
Beberapa anggota Partai Demokrat di Kongres AS menyebut, operasi itu ilegal karena Trump tidak memperoleh otorisasi Kongres sebelumnya.
Negara-negara Amerika Latin
- Banyak pemimpin Amerika Latin menyatakan keprihatinan atas serangan tersebut dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan, termasuk pemimpin Kuba, Chili, Meksiko, dan Kolombia.
- Kolombia bahkan mengerahkan pasukan ke perbatasannya dengan Venezuela karena kekhawatiran akan masuknya gelombang pengungsi.
- Presiden Argentina Javier Milei, yang merupakan sekutu Trump, secara terbuka memuji operasi tersebut.
Eropa
- Kaja Kallas, Wakil Presiden Komisi Eropa, menegaskan kembali pandangan Uni Eropa bahwa “Maduro tidak memiliki legitimasi”, tetapi juga menyerukan pengekangan diri dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.
- Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengatakan Inggris tidak terlibat dalam operasi tersebut dan menegaskan dukungannya terhadap penegakan hukum internasional.
PBB Hanya Prihatin
Mengutip CBS News, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Venezuela, yang berpotensi menimbulkan implikasi serius bagi kawasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-ditangkap-as-slf.jpg)