5 Populer Internasional: Venezuela Buru Pembelot yang Bantu AS - Trump Tebar Ancaman ke Negara Lain
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya pencarian pembelot Venezuela yang membantu operasi penangkapan Maduro.
Ringkasan Berita:
- Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap oleh hampir 200 pasukan militer AS dalam operasi di Caracas.
- Pemerintah Venezuela mengeluarkan dekret darurat untuk memburu pihak yang dianggap mendukung operasi militer tersebut.
- Maduro dan istrinya, Cilia Flores, menjalani sidang perdana di pengadilan federal AS dengan dakwaan narko-terorisme.
- Mantan pejabat Kolombia menuduh Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, berkhianat dan mempermudah penangkapan Maduro.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap militer AS di negaranya sendiri masih menjadi sorotan internasional.
Kini, pihak berwenang Venezuela diperintahkan untuk menemukan dan menangkap siapapun yang terlibat dalam mendukung operasi militer tersebut.
Sementara itu, setelah penangkapan Maduro, Donald Trump melancarkan ancaman terhadap Kolombia, Meksiko, Greenland, Iran, dan Kuba dengan alasan narkoba, pertahanan, serta konflik politik.
Selengkapnya, berikut berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Venezuela Buru Pembelot yang Bantu AS Tangkap Presiden Maduro
Pihak berwenang Venezuela diperintahkan untuk menemukan dan menangkap siapapun yang terlibat dalam mendukung operasi militer Amerika Serikat (AS) di negara itu.
Operasi militer AS menyebabkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Dekret keadaan darurat itu dikeluarkan pada Sabtu (3/1/2026) tak lama setelah penangkapan Maduro.
Namun dekret itu dipublikasikan pada Senin (5/1/2026) sebagaimana dikutip dari Reuters.
Isi dekret memerintahkan polisi untuk "segera memulai pencarian dan penangkapan nasional terhadap semua orang yang terlibat dalam promosi atau dukungan terhadap serangan bersenjata oleh Amerika Serikat."
Belum jelas dakwaan apa yang dapat dikenakan terhadap mereka yang ditahan.
200 Pasukan AS Tangkap Maduro
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan hampir 200 pasukan AS dilibatkan untuk menangkap Presiden Maduro dan istrinya Cilia Flores.
"Hampir 200 warga Amerika terbaik kita pergi ke pusat kota Caracas dan menangkap seorang individu yang didakwa dan dicari oleh keadilan Amerika," kata Pete Hegseth dikutip dari AFP.
Sebagian besar tim Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Venezuela Nicolas Maduro tewas dibunuh pasukan Delta Force Amerika Serikat (AS).
Hal itu terjadi di hari serangan AS di sejumlah wilayah Venezuela Sabtu (3/1/2026).
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino menyatakan Paspampres Maduro tewas demi lindungi sang presiden.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-7jan26.jpg)